Kisah Tiga Sahabat yang Menyentuh Jiwa 

466
Ilustrasi tiga sahabat (Photo: Huffington Post)

Muslim Obsession – Seorang laki-laki bernama Waqidi menceritakan kisah mengharukan antara dirinya dengan kedua sahabat laki-lakinya. Ketiga sahabat itu selalu menceritakan apa pun yang mereka alami satu sama lain.

Dia menceritakan bagaimana mereka bertiga memiliki ikatan persahabatan yang kuat karena Allah Swt. Kedua sahabatnya itu berasal dari Bani Hasyim dan satu sahabat lainnya ialah non-Bani Hasyim. Meski berbeda suku, mereka tak terpisahkan dan saling mencintai satu sama lain.

Suatu ketika, istri Waqidi mengeluh kepada suaminya. Saat itu, Waqidi tidak memiliki banyak uang, padahal waktu Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi.

“Kita dapat bersabar sepanjang waktu, tetapi saya tidak tahan melihat anak-anak menangis dan menangis. Saya merasa seolah-olah hati saya akan hancur, ketika saya harus melihat mereka compang-camping, sementara anak-anak lain membeli pakaian baru dan hal-hal bagus lainnya saat Idul Fitri nanti. Jika engkau memberikan saya uang untuk Idul Fitri, saya akan menjahit pakaian baru untuk mereka,” keluh sang istri.

Waqidi kemudian menulis sepucuk surat kepada temannya dari Bani Hasyim. Dia menceritakan semua kisah sedih yang tengah ia alami. Lalu tak menunggu waktu lama, sahabatnya dari Bani Hasyim mengirimkan sebuah tas tertutup dengan secarik kertas yang bertuliskan bahwa tas tersebut berisi uang seribu dirham. Dalam catatan itu juga disebutkan bahwa uang tersebut bebas dibelanjakan oleh Waqidi.

Tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan bahagia membuncah saat itu. Dia kemudian mulai memikirkan apa saja yang akan ia beli untuk anak-anaknya sebagai hadiah hari Raya. Namun, tidak lama kemudian, Waqidi menerima surat dari sahabatnya non-Bani Hasyim.

Dalam surat tersebut, ternyata sahabatnya pun tengah mengalami kesusahan yang sama dan sangat membutuhkan uang. Tidak berpikir panjang, Waqidi langsung mengirimkan sebuah tas yang baru saja ia dapatkan dari sahabatnya.

Mengetahui perbuatan suaminya, istri Waqidi bangga dan bersyukur. Karena hati suaminya sangat baik hati dan peduli.

Keesokan harinya, ketiga sahabat itu berkumpul di suatu tempat untuk berbincang-bincang. Ketika mereka duduk berbicara satu sama lain, Waqidi terkejut melihat sahabatnya dari Bani Hasyim membawa tas yang sama yang ia berikan kepadanya beberapa hari lalu.

Sahabatnya dari Bani Hasyim kemudian bertanya kepada Waqidi, “Katakan padaku kebenaran tentang tas berisi uang 1000 dirham ini. Bagaimana tas ini bisa sampai kepadaku lagi?”

Waqidi kemudian menjelaskan kepadanya bagaimana dirinya mengirimkan tas itu kepada sahabat non-Bani Hasyim yang tengah membutuhkan uang itu.

Mendengar penjelasan Waqidi, sahabatnya dari Bani Hasyim berkata, “Ketika saya menerima surat darimu, saya tidak memiliki apa pun, kecuali tas ini, yang saya kirimkan kepadamu. Tetapi kemudian saya menulis surat kepada sahabat non-Bani Hasyim untuk meminta bantuannya. Saya terkejut ketika dia mengirim tas milikku sendiri, yang telah saya kirimkan kepadamu,” katanya, sambil menitikkan air mata karena terharu.

Ketiga sahabat itu kemudian berpelukan dan menangis. Mereka bersyukur atas persahabatan yang mereka tumbuhkan karena Allah Swt. semata.

Wallahu ‘Alam bish Shawab

(Vina – Disadur dari Islam Can)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here