Kisah Tiga Orang Ahli Ibadah Tapi Masuk Neraka

685

Jakarta, Muslim Obsession – Beramal adalah perbuatan kebajikan yang sangat dianjurkan dalam Islam apalagi bagi mereka yang mampu. Tapi beramal dan segala sesuatu yang menyangkut ibadah belum tentu bisa menjadi jaminan untuk masuk surga. Ada juga mereka yang dengan amalnya justru masuk neraka.

Ini lah yang terjadi pada tiga orang seperti dikisahkan Abu Hurairah. Kisah ini dinukilkan oleh banyak pakar hadits, antara lain, Imam Muslim, an-Nasa’i, Ahmad, dan Baihaqy. Kisah yang sama dalam teks hadits yang berbeda juga diriwayatkan oleh Imam at- Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al- Hakim.

Tiga orang ini adalah orang yang shalih ahli ibadah. Alih-alih ingin masuk surga, mereka justru dimasukan ke dalam negara karena ke shalihan mereka hanya terlihat di depan manusia. Tapi Allah SWT yang mengetahui lahir batin dari hati manusia lebih tahu apa niat mereka dalam beribadah.

Diceritakan bahwa ada orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Si pria mengakui banyaknya nikmat yang diberikan Allah padanya.

Allah pun bertanya, “Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Mujahid itu menjawab, “Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid,” ujarnya. A

llah pun menyangkalnya, “Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan, ternyata kamu telah disebut-sebut demikian,” firman-Nya.

Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya, mujahid riya itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke neraka.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang ahli agama yang alim. Penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkan Al-Quran kepada manusia.

Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, “Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Sang ulama menjawab, “Saya telah membaca, mempelajari, dan mengajarkannya Al-Quran karena Engkau,” ujarnya.

Namun, Allah berfirman, “Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Al-Quran agar kamu disebut sebagai seorang qari.”

Allah mengadili. Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya, alim ulama itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke neraka.

Selanjutnya, orang ketiga pun dipanggil. Ia seorang yang memiliki kekayaan berlimpah dan terkenal karena kedermawanannya, didatangkan di hadapan Allah.

Seperti orang pertama dan kedua, Allah bertanya hal sama, “Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Sang dermawan itu menjawab, “Semua harta kekayaan yang aku punya tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena- Mu.”

Allah kembali berfirman, “Kamu berdusta. Kamu melakukan itu agar orang-orang menyebutmu orang dermawan dan murah hati.” Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya, sang dermawan itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke neraka.

Abu Hurairah juga berkata, Rasulullah SAW pernah menepuk pahaku seraya bersabda, “Wahai Abu Hurairah, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka jahanam pada hari kiamat nanti.” (HR Muslim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here