Kisah Qais bin Sa’d dan Utang Teman-temannya

388
Hutang (Foto: bankrate)

Muslim Obsession – Dalam kitab al-Risâlah Al-Qusyairiyyah, Imam Abu Al-Qasim Abdul Karim Al-Qusyairi mencantumkan kisah menarik tentang Imam Qais bin Sa’d bin Ubadah. Berikut kisahnya:

وقيل: مرض قيس بن سعد بن عبادة فاستبطأ إخوانه فسأل عنهم فقيل: إنهم يستحيون مما لك عليهم من الدَّين فقال: أخزي الله تعالي مالا يمنع الإخوانه من الزيارة, ثم أمر من ينادي من كان لقيس عليه دَين فهو منه في حل فكسرت عتبته بالعشي لكثرة من عاده

Dikisahkan: Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah jatuh sakit. Teman-temannya lambat (atau tidak ada yang menjenguknya). Qais bin Sa’d menanyakan mereka, dan dijawab: “Sesungguhnya mereka malu (menjenguk)mu karena masih memiliki utang padamu.”

Qais bin Sa’d berkata: “Allah akan menghinakan harta yang menghalangi saudara-saudaranya untuk berkunjung.” Kemudian Qais memerintahkan seseorang untuk mengumumkan bahwa barangsiapa yang berutang pada Qais, maka ia telah membebaskannya.

Lalu di sore harinya, ambang pintu (rumah)nya rusak karena terlalu banyaknya orang yang (datang) menjenguknya. (Imam Abu Al-Qasim Abdul Karim, al-Risâlah al-Qusyairiyyah, Kairo: Darul Hadits, 2014, h. 136)

Sebelum kita membahas kisah di atas, kita harus tahu terlebih dahulu siapa Sayyidina Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah. Ia adalah seorang sahabat nabi dari kaum Anshar. Ia terkenal sangat cerdas dan licik sebelum masuk Islam. Setelah masuk Islam, ia merubah gaya hidupnya dan menawarkan diri menjadi pelayan nabi. Ia mengatakan, “shahibtun nabiyya shallallahu ‘alaihi wasallam ‘asyar sinîna—aku mendampingi nabi sepuluh tahun lamanya.

”Sayyidina Anas bin Malik, pelayan nabi lainnya, berkata tentangnya: “kâna Qais bin Sa’d minan nabiyyi bi manzilati shâhibisy syurthah minal amîr—posisi Qais bin Sa’d untuk nabi seperti perwira tinggi untuk seorang pemimpin.” (Imam al-Dzahabi, Siyar A’lâm Al-Nubalâ’, Beirut: Muassasah al-Risalah, 2001, juz 3, h. 104). Ia menikah dengan saudara perempuan Sayyidina Abu Bakar, Qaribah binti Abu Quhafah.

Sayyidina Qais dan keluarganya sangat terkenal dengan kedermawanannya. Mereka tidak segan membantu orang yang membutuhkan tanpa pamrih. Ayahnya, Sayyidina Sa’d bin Ubadah, sangat masyhur kedermawanannya, begitu pula kakek buyutnya, hingga ada ungkapan yang terkenal di Yatsrib, “siapapun yang menyukai daging tebal, datanglah ke rumah Dulaim bin Haritsah.” Dulaim adalah kakek buyut dari Sayyidina Qais bin Sa’d bin Ubadah bin Dulaim bin Haritsah. (Imam al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, 2001, juz 3, h. 103).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here