Kisah Pria Tionghoa jadi Mualaf Usai Melihat Malaikat saat Tsunami Aceh 

41293
Tsunami Aceh (Foto: Tempo)

Jakarta, Muslim Obession – Ini adalah kisah Muhammad Cheng. Dia masuk Islam pada tahun 2005 atau tidak lama setelah tragedi dahsyat tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004. 

Berikut kisah dari pria Tionghoa, Muhammad Cheng yang membawanya memeluk Islam, dikutip dari About Islam, Ahad (12/1/2020).

Saya keturunan Cina. Keluarga saya telah tinggal di Aceh selama tiga generasi. Kami adalah pedagang. Nenek moyang saya datang ke bagian yang sangat Islami di Asia Tenggara ini untuk berdagang. Mereka tetap tinggal karena mereka menemukan lingkungan yang kondusif.

Para penguasa adil, ramah dan tidak mengganggu kita. Keluarga saya menjaga tradisi Tiongkok kuno mereka untuk memuliakan dan menyembah leluhur kita. Dan saya melakukan hal yang sama. Sebelum saya membuka toko saya, saya biasanya memberikan persembahan kepada altar nenek moyang kita. Siang hari saya mengulanginya untuk menawarkan dupa beberapa kali.

Toko saya sangat dekat dengan Masjid Agung. Saya bisa mendengar panggilan untuk shalat atau adzan setiap hari. Saya baru saja akan membuka toko saya di dekat Masjid Agung Banda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Itu adalah pagi yang biasa. Cuaca bagus. Tidak ada yang luar biasa. Setidaknya sepertinya begitu. Tapi ada yang aneh.

Burung-burung berhenti bernyanyi. Dan kucing yang biasanya menunggu di depan toko saya untuk sisa makanan tidak ada di sana. Saya tidak begitu memperhatikan peluang ini. Namun, tiba-tiba ada suara gemuruh yang kuat dan keras. Saya berlari keluar. “Itu pasti gempa bumi,” kataku pada diri sendiri. Orang lain juga keluar dari toko mereka tetapi setelah beberapa menit kami semua kembali ke dalam.

Namun, setelah beberapa saat orang-orang berlari dan berteriak, “Air laut datang air!” Saya bingung. Meskipun saya mengerti kata-katanya, saya tidak tahu apa artinya. Saya keluar lagi. Orang-orang histeris dan berlari menuju masjid sambil berteriak. Dan kemudian saya melihat air mengalir. Saya segera berlari untuk mengambil kemenyan. Saya ingin meminta bantuan leluhur saya. Namun, lebih banyak air datang. Mengalir di jalan dan menuju masjid. Saya menjadi takut dan berlari ke atas. Saya menyaksikan tsunami dari balkon kecil. Semakin banyak air yang datang dan itu tidak bisa dipercaya. Lalu, tiba-tiba saya melihat sesuatu yang sangat aneh.

13 KOMENTAR

  1. Subhanallah. Merinding 😥😥
    Paman sangat beruntung bisa melihat malaykat bisa menyaksikan keajaiban dan mendapatkan hidayah.
    Allah Memberikan Hidayah pada orang2 yg di KehendakiNya.
    Alhamdulilĺah.

  2. Subhanallah, Allahu Akbar, sulit dipercaya ada kisah seindah itu, seperti dongeng tapi nyata, betapa Allah sangat besar kekuasaanNya dan sangat luas kasih sayangnya, andai kisah ini banyak yg tahu, saya yakin banyak mualaf mualaf baru memeluk Islam…. Wallahu a’lam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here