Kisah Mualaf, Calon Perawat Cantik Masuk Islam setelah Baca Al-Quran

322

Jakarta, Muslim Obsession – Allah tidak menyukai manusia yang ingkar dan Dia yang Mahakuasa menciptakan manusia untuk percaya kepadaNya dan menyembah-Nya. Seperti yang tertulis di dalam Al-Quran, Allah berfirman:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Dillansir dari laman About Islam pada Kamis (16/4/2020), Allah mengirim utusan-utusan-Nya yaitu Rasulullah SAW untuk membimbing orang-orang dan mengingatkan mereka (umat manusia) untuk kembali ke jalan yang benar. Allah masih selalu mengirimi mereka tanda-tanda, tidak peduli siapa mereka atau apa asal mereka, bahasa, posisi sosial, atau warna. Dia Yang Maha Kuasa, mengirimkan tanda kepada siapa saja yang membutuhkan-Nya.

Tanda-tanda ini membangunkan orang ketika mereka berpikir, bahwa selama ini mereka memiliki kekuatan yang cukup dan dapat menyelamatkannya diri dari bahaya di sekitarnya. Tanda tersebut juga membantu mereka mengatasi semua kesulitan yang mereka lalui, sebab Allah memiliki kuasa atas semua hal.

Nah, Salah satu yang diberikan hidayah atas kehadiran Allah adalah seorang wanita berusia 23 tahun yang kini sudah resmi menjadi Mualaf. Ketika ia menyadari bahwa manusia diciptakan lemah dan kelemahan mengelilingi kehidupannya di semua sisi, ia kemudian sadar dirinya tidak bisa hidup tanpa Sang Maha Pencipta.

Caitlyn Munro namanya, ia adalah wanita muda Inggris yang dibesarkan dalam keluarga non-Muslim. Caityn memiliki dua saudara perempuan dan tiga saudara lelaki, serta ayah-ibunya masih hidup.

Saat ini wanita cantik tersebut terdaftar di Universitas Liverpool, menempuh pendidikan perawat. “Saya selalu bercita-cita untuk menjadi perawat sejak usia sangat muda dan ibu saya selalu mengatakan bahwa saya ditempatkan di bumi ini untuk memenuhi tugas saya sebagai perawat. Alhamdulillah, saya sekarang 6 bulan lagi lulus,” katanya.

Perjalanan Spritual Dimulai

Kisah perjalan spiritualnya dimulai pada 2017, ketika memulai pendidikan tinggi dan dirinya memiliki sekelompok teman dari berbagai latar belakang.

Pada saat itu Caitlyn hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang Islam. Namun pengetahuannya bertambah setelah seorang teman Muslimnya memberitahu Islam yang damai.

“Saya sangat terpesona dengan betapa damai dan tulusnya saudara Muslim itu bagi saya. Dan fakta bahwa kasih, amal adalah pusat hati saudara itu. Demikian pula saya selalu melakukan pekerjaan amal dan selalu memiliki aspirasi untuk menggunakan keterampilan dan pengetahuan keperawatan saya, karena ini adalah sesuatu yang selalu ingin saya lakukan sejak menjadi gadis kecil,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Caitlyn dengan Islam berubah total, dan kecintaannya kepada agama Allah tersebut telah meningkat secara bertahap di dalam hati. Dirinya memulai belajar Islam secara diam-diam dengan membaca versi A-Quran versi terjemahan.

“Biasanya, saya bisa membaca teks dengan cukup cepat, tetapi saya tidak bisa melakukan ini dengan Al-Quran karena betapa kuat dan bermaknanya setiap ayat,” tuturnya.

Caitlyn telah selesai membaca seluruh Al-Quran secara mendalam, hampir empat bulan dan keyakinannya menjadi teguh setelah dia menyadari bahwa Tiada Tuhan Selain Allah.

“Saya menemukan dalam Al-Qur’an fakta bahwa Allah memiliki kendali atas segalanya, dan saya merasakan kata-kata yang dikirimkan kepada kami baru saja terkonfirmasi dan memberikan kepastian atas apa yang telah saya cari setelah putus asa,” ucapnya.

Tanda-Tanda Kebesaran Allah

Pada saat yang sama, Caitlyn telah mengalami situasi yang memilukan dan dia menerimanya sebagai tanda-tanda kebesaran Allah, dan kebenaran menjadi lebih jelas baginya.

“Saya menyadari bahwa saya tidak memiliki kontrol fisik atas apa yang terjadi pada saya atau keluarga saya ketika kerabat dekat saya meninggal,” paparnya.

Pada saat itu, dia bergegas untuk kembali ke jalan Allah untuk meminta perlindungan dan pengampunan, dan dia memutuskan untuk menerima Islam setelah percaya bahwa semua kekuatan adalah milik Allah.

Mengenai sikap keluarganya terhadap keputusan masuk Islam, Caitlyn berpikir bahwa keluarganya tidak akan menentang pilihannya, seperti yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.

“Saya berasal dari keluarga yang sangat harmonis dan penuh dukungan, di mana kedua orangtua saya bersemangat untuk memastikan bahwa kami selalu menyadari pentingnya hal ini,” terangnya.

Namun, Caitlyn belum mengungkapkan kepada kedua orangtuanya bahwa saat ini dirinya telah memeluk Islam. Akan tetapi dia akan segera mengatakannya ketika Allah memberinya kekuatan dan pengetahuan untuk menjelaskan atas keputusannya ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here