Kisah di Balik Tujuh Huruf yang Tidak Ada di Surah Al-Fatihah

397
Surah Al-Fatihah.

Muslim Obsession – Alkisah, suatu ketika raja Romawi mengirim surat kepada khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Isi surat tersebut berbunyi:

“Kami menemukan dalam kitab suci kami yaitu Injil, barang siapa yang membaca sebuah surah yang padanya tidak terdapat tujuh huruf berikut, maka baginya Surga. Ketujuh huruf itu adalah: Tsa (ث), Jim (ج), Kho (خ), Zai (ز), Syin (ش), Zha (ظ), dan Fa (ف).

Kami telah mencarinya di dalam Injil, namun kami tidak menemukannya (surah tersebut). Kami mohon kepada kalian agar mencarinya dalam kitab suci kalian (Al-Quran), apakah surah tersebut terdapat di sana?”

Baca juga: Kisah Nabi Musa dan Orang Miskin

Ketika Sayyidina Umar selesai membaca surat itu, ia mengabarkan hal tersebut kepada para sahabat Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka berkata Ubay bin Ka’b, “Wahai Amiral Mu’minin, sesungguhnya surat pembuka dalam Al-Quran, yaitu Surah Al-Fatihah, di dalamnya tidak terdapat ketujuh huruf yang disebutkan”.

Maka kemudian Sayyidina Umar membalas surat dari raja itu dan mengabarkan bahwa di dalam Al-Quran terdapat sebuah surah yang dicari oleh raja itu, yaitu Surah Al-Fatihah.

Dan ketika raja itu membaca surat balasan dari Sayyidina Umar, maka ia pun bersyahadat untuk memeluk agama Islam dan ia pun wafat dalam keadaan Islam. Wallahu a’lam bish shawab.

Baca juga: 9 Sifat Buruk Manusia Menurut Al-Quran

Kisah di atas terdapat dalam Kitab Khazinatul Asrar, hal 112. Sebuah kitab yang ditulis Imam Muhammad Haqqiy Bin Ali Bin Ibrahim an-Naziliy seorang ahli Shufi dari Kota Aidien. Beliau wafat di Kota Makkah pada tahun 1301 Hijriyah bertepatan dengan tahun 1884 Masehi.

“Kitab Khazinatul Asrar sangat berpengaruh dalam kehidupan kerohanian orang-orang pesantren dan penganut tasawuf. Kalau dalam bahasa orang luar pesantren ada yang bilang ini kitab Azimat, dan kitab ilmu hikmah. Itulah kitab Khazinatul Asrar,” ujar Ustadz Tb. Syamsuri Halim, Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim Pasar Minggu, Jakarta, saat dikonfirmasi, Ahad (5/9/2020).

Menukil penjelasan Hafifuddin, menurut Ustadz Syamsuri, kitab Khazinatul Asrar sangat dikenal di dunia pesantren. Judul lengkapnya adalah Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar. Kitab ini merupakan sebuah kompilasi tentang keutamaan beberapa surat dan ayat Al-Qur’an berdasarkan hadits sahih.

“Alasan ditulisnya kitab ini adalah karena sang penulis, Syaikh Muhammad Haqqi an-Nazili, melihat mayoritas ikhwan meninggalkan membaca Al-Quran,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here