9 Sifat Buruk Manusia Menurut Al-Quran

384

Jakarta, Muslim Obsession – Manusia merupakan makhluk Allah yang paripurna. Kendati demikian, secara kudrati manusia juga merupakan makhluk yang memiliki sifat buruk.

Paling tidak ada 9 sifat buruk manusia yang disebutkan dalam Al-Quran. Semua sifat buruk ini mesti ditekan semaksimal mungkin, sehingga tidak berkembang lebih jauh dan menjadi kebiasaan.

Mengingat hati manusia bersifat ‘bolak-balik’ sehingga mudah berubah, maka sifat buruk tersebut seringkali mendominasi hati manusia untuk menggantikan sifat baik.

Sifat ini sulit untuk dimatikan sehingga seringkali manusia mudah lalai dari mengingat Allah (dzikrullah).

Solusi terbaik agar manusia bisa menghindari sifat-sifat buruk tersebut adalah dengan senantiasa berdzikir (mengingat) kepada Allah dalam setiap keadaan. Termasuk juga terus berdoa dan ikhtiar semaksimal mungkin (jihad) untuk berupaya menyucikan jiwa (tazkiyatunnafs).

Seperti yang Allah isyaratkan dalam QS. Asy-Syams ayat 7-10:

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya); Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya; Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”

Lalu, apa saja 9 sifat buruk manusia dimaksud?

Enggan bersyukur

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,” (QS. Al-‘Aadiyat [100]: 6).

Suka membantah

Hal ini terungkap dalam QS. Al-Kahfi ayat 54:

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

“Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”

Manusia itu zhalim dan bodoh

Allah berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat (tugas keagamaan) kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab [33]: 72).

Memiliki sifat kikir

قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا

“Katakanlah: ‘Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya’. Dan adalah manusia itu sangat kikir,” (QS. Al-Israa: 100).

Mencintai kehidupan dunia

كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ

“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,” (QS. Al-Qiyamah [75]: 20).

Suka melampaui batas

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ

“Ketahuilah sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,” (QS. Al-‘Alaq [96]: 6).

Senang berkeluh kesah dan gelisah

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا، إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

 “Sesungguhnya manusia diciptakan berkeluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,” (QS. Al-Ma’arif [70]: 19-20).

Malas berbuat baik

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

“Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,” (QS. Al-Ma’arif [70]: 21).

Sering tergesa-gesa

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera,” (QS. Al-Anbiya [21]: 37).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here