Kisah Cinta Jokowi dan Kaum Santri

504
Jokowi dan Santri
Jokowi dan Santri (Foto: Suara Islam)

Muslim Obsession – Sesungguhnya, cerita ‘cinta’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kaum santri sudah melegenda. Blusukan ke pondok-pondok pesantren untuk ‘ngalap’ berkah para kiai dan menyapa para santri mungkin baru ingar-bingar belakangan ini. Tapi nyatanya, cinta Jokowi pada kaum santri telah diembuskan sejak lama.

Alkisah, Jokowi pernah membatin soal bagaimana menyatakan cintanya kepada kaum santri. Lama dipendam, lelaki kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 ini kemudian menyatakannya saat berkampanye di beberapa pesantren yang menjadi basis Nahdliyin.

Suatu ketika, Jokowi yang masih menjadi calon presiden, tiba di Pesantren Babussalam. Kehadirannya untuk mengikuti haul pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dan mantan Presiden Sukarno. Di akhir acara itulah Jokowi akhirnya berkesempatan menyampaikan ‘cintanya’ dengan menandatangani surat pernyataan mendukung penetapan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional (HSN).

Peristiwa ini dibeberkan pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Malang, Agus Thoriq Darwis bin Ziyad. Sebenarnya, kata Thoriq, HSN sudah disuarakan sejak 2010. Thoriq membahas ide tersebut bersama sejumlah pondok pesantren dan ulama di wilayah tapal kuda Jawa Timur, yakni Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Jember. Keluarga mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pun dilibatkan.

“Harapannya waktu itu Gus Dur bisa jadi tumpuan penetapan 1 Muharam sebagai hari santri. Namun, takdir berkata lain. Gus Dur wafat,” kata Thoriq.

Selain keluarga Gus Dur dan sejumlah ulama sepuh di Jawa Timur, ide HSN juga didukung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Dukungan kemudian datang dari beragam pihak, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here