Ketum Parmusi: Kembalikan 6 Prinsip Perjuangan Jika PPP Ingin Dipercaya Umat

147
Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam saat menerima kunjungan Panitia SC Muktamar PPP di Markas Dakwah Parmusi, Jakarta, Selasa (3/11/2020). (Foto: Ratim/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diyakini akan kembali berjaya jika mengembalikan 6 prinsip perjuangan PPP sebagai ruh dalam berpolitik. Dengan prinsip tersebut diharapkan partai berlambang Ka’bah itu dapat kembali dicintai dan dipercaya oleh umat.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam saat menerima kunjungan Panitia SC Muktamar PPP di Markas Dakwah PP Parmusi di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020) petang. Pimpinan SC Muktamar yang menemui Usamah antara lain Fernita Darwis yang juga Wakil Ketua Umum PPP, Mansyur Kadi dan sejumlah pengurus lainnya.

Ditegaskan Usamah, PPP juga harus menginternalisasi nilai-nilai hikmat partai selain 6 Prinsip Perjuangan Partai di kalangan kadernya.

“Hanya dengan ini pengurus dan kader PPP akan fokus pada arah perjuangan partai, tidak berorientasi pada jabatan, kekuasaan, dan uang,” kata Usamah yang dalam kesempatan itu didampingi para pengurus teras PP Parmusi.

Usamah melanjutkan, selama ini karena kebanyakan pengurus dan kader berorientasi jabatan dan uang, PPP menjadi terpuruk dan mengalami disorientasi paradigma. Oleh karenanya akhlak pengurusnya harus mencerminkan nilai-nilai Islam yang menjadi prinsip 6 Perjuangan PPP.

Karena itu harus ada perubahan paradigma agar PPP tidak dikendalikan oleh kekuatan yang tidak sesuai dengan nilai keislaman dan prinsip partai. Demikian pula dalam memilih pemimpin, Usamah menyebut nama Ismail Hassan Metareum (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan periode 1989—1998) sebagai figur pemimpin PPP yang ideal.

“Contohlah Buya Ismail Hasan Metareum, yang punya integritas dan tidak bisa  dikendalikan oleh para pemodal. Beliau juga rajin menunjukkan keteladanan bagaimana akhlak pemimpin partai politik Islam. Misalnya, Buya sangat rajin mengingatkan para pengurusnya untuk shalat,” lanjut Usamah yang pernah menjadi penulis pidato Buya Metareum ini.

Untuk itu, terkait Muktamar PPP, Usamah berharap agar PPP kembali ke khittah 1973. Usamah menyarankan agar struktur PPP dikembalikan seperti dulu, dimana PPP dipimpin seorang presiden partai.

Selain itu, papar Usamah lagi, muktamar PPP harus mengembalikan pemilihan dengan sistem ahlul halli wal aqdi, dimana formatur selain presentasi wakil daerah juga harus terdiri atas perwakilan organisasi fusi yang ada sebagai pilar penopang kekuatan PPP yang tidak bisa dilupakan.

Pada kesempatan itu, mantan anggota fraksi PPP DPR RI ini berharap kunjungan Panitia SC Muktamar tersebut membawa berkah dan manfaat baik bagi PPP maupun Parmusi.

Ketika dalam kesempatan itu Fernita menyinggung agar Usamah maju sebagai Ketua Umum PPP dalam muktamar mendatang, lagi-lagi Usamah tegas mengingatkan kembali bahwa paradigma kader terlebih dahulu harus diubah.

“Sehingga dalam memilih ketua umum para kader dapat memilih figur yang tepat untuk mengembalikan kejayaan partai sehingga PPP masuk dalam tiga besar partai politik di Indonesia,” ucapnya lugas.

Menyapa Fusi Partai

Wakil Ketua Umum PPP Fernita Darwis mengatakan, kunjungan Panitia SC Muktamar PPP tersebut dimaksudkan untuk menyapa kembali fusi-fusi partai. Ia berharap terbinanya kembali komunikasi dengan Parmusi dapat menaikkan citra PPP di mata masyarakat dan umat Islam di Tanah Air.

“Kami melakukan kunjungan ini ke Parmusi agar PPP bisa terangkat kembali. Karena salah satu merosotnya suara PPP adalah disebabkan jati diri partai, yakni fusi partai yang dilupakan. Ibarat anak datang ke rumah ibu kandungnya untuk minta maaf dan minta arahan bagaimana sebaiknya PPP ke depan,” ungkap Fernita.

Mewakili DPP PPP Fernita mengakui pihaknya telah melakukan kesalahan dalam menyikapi eksistensi organisasi fusi. Atas dasar itu PPP berharap agar Parmusi sebagai salah satu fusi partai kembali ke PPP.

“Kami siap menerima masukan sekeras apapun dari fusi PPP untuk kemajuan partai. Parmusi sebagai fusi partai PPP berdosa kalau PPP hilang dari pentas politik nasional. Padahal PPP adalah partai berbasis Islam,” jelasnya.

Menurutnya, DPP PPP membuka pintu agar pimpinan fusi partai maju sebagai ketua umum dalam Muktamar nanti. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here