Ketum Parmusi: Infakkan Waktu, Tenaga, Pikiran Bagi Dakwah Ilallah

149
Di penghujung Ramadhan, Parmusi Pusat menggelar Takbiran Bersama Parmusi via video conference, Sabtu (23/5/2020) malam.

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam mengingatkan para dai dan kader fungsionaris Parmusi di seluruh Indonesia untuk menginfakkan waktu, tenaga dan pikirannya bagi dakwah ilallah yang diniatkan sebagai bagian dari jihad fisabilillah.

Hal itu disampaikan Usamah dalam Malam Takbiran Parmusi melalui video conference yang diikuti para Dai Parmusi dari seluruh Indonesia, Sabtu (23/5/2020) malam.

Pada acara yang dipandu oleh Sekjen Parmusi Ir. Abdurrahman Syagaff itu, para Dai Parmusi dari beberapa daerah secara bergantian mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid.

Turut hadir memberikan taushiyah Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri, Ketua Majelis Pakar Parmusi Prof. Dr. Laode Kamaluddin, dan Wakil Ketua LDP Ustadz Buchori Muslim.

Usamah yang memberikan taushiyah akhir Ramadhan mengingatkan jamaah bahwa tujuan ibadah Ramadhan adalah agar orang-orang beriman (mukmin) menjadi muttaqin atau orang-orang yang memiliki ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal itu ditegaskan Usamah seraya membacakan QS. Al-Baqarah ayat 183.

Selanjutnya, Usamah memaparkan lima ciri orang bertakwa seperti diisyaratkan dalam QS. Ali Imran ayat 133-135.

Pertama, orang-orang yang bertakwa dalam hidupnya gemar menginfakkan harta bendanya di jalan Allah, baik dalam keadaan sempit maupun lapang.

“Harta yang kita miliki itu bukan saja uang dan aset bangunan, tetapi juga termasuk waktu, tenaga, dan pikiran kita bagi pengembangan dakwah ilallah,” jelas Usamah.

Kedua, orang yang bertakwa selalu memiliki cara agar ia mampu mengendalikan serta menahan diri dari sifat amarah. Ketiga, selalu bersifat pemaaf dan tidak pendendam kepada orang lain yang berbuat salah.

“Keempat, ketika ia terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau menzhalimi diri sendiri, ia segera ingat kepada Allah, dan kemudian bertobat, beristighfar, memohon ampunan kepada-Nya atas segala perbuatan dosa yang telah dilakukannya,” tegas Usamah.

Dan kelima, orang yang bertakwa secara sadar tidak mengulangi perbuatan keji dan mungkar yang pernah dilakukan.

“Inilah lima ciri karakter orang-orang yang bertakwa. Karena itu saya mengingatkan para dai, kader, dan pengurus Parmusi agar setelah Idulfitri harus memiliki lima karakter tersebut. Disamping tetap istiqamah dalam ketaatan kepada Allah dengan beribadah sebagaimana diatur dalam syariat Islam,” tandas Usamah. (Fath)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here