Ketum Parmusi Berikan Solusi Ilahiah kepada Petani Ikan di Muaro Jambi

64

Muaro Jambi, Muslim Obsesion – Selama kurang lebih 18 jam menempuh perjalanan dari Kota Padang, rombongan Kafilah Dakwah Desa Madani Parmusi sampai di Kota Jambi pada Jumat (13/9/2019) pukul 03.30 WIB.

Setelah istrirahat 3 jam, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam mendatangi desa itu untuk bersilaturahmi dengan masyarakat yang berprofesi sebagai petani sawit dan peternak ikan. Setidaknya terdapat 1.000 kolam ikan milik masyarakat yang dijadikan lahan mata pencaharian mereka.

Dalam satu tahun ini, kondisi perikanan di Desa Kota Karang tengah mengalami krisis, dimana harga ikan jatuh di pasaran. Warga yang seharusnya dua kali panen ikan dalam satu tahun ini ternyata gagal. Mereka tidak mampu memasarkan ikannya, karena stok di pasar melimpah, sementara tengkulak hanya mau membeli dengan harga murah.

Usamah menuturkan, untuk mengatasi persoalan ini tidak ada jalan lain kecuali yang pertama adalah meningkatkan iman dan takwa. Tanpa peningkatan iman dan takwa amal usaha apapun tidak akan bisa berjalan, karena hanya Allah Swt. yang bisa memberikan pertolongan.

“Yang bisa memberikan pertolongan hanya Allah, tidak ada sulusi kecuali solusi Ilahiyah. Bapak-bapak harus bisa meningkatkan iman dan takwa untuk mendapat ridha Allah,” ujar Usamah di lokasi.

Bukan tanpa alasan Usamah menyampaikan hal seperti itu. Sebab petani yang dibantu koperasi Mina Sejahtera Kokarpud itu sudah melalukan berbagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani ikan dalam menangani persoalan turunnya harga ikan, permainan tengkulak, hingga soal pembenihan dan sulitnya pemasaran.

Usaha lain juga dilakukan dengan mendesak dinas perikanan dan kelautan kabupaten dan provinsi untuk ikut memikirkan solusi memecahkan masalah petani. Termasuk beraudiensi dengan para anggota DPRD. Namun sampai saat ini, persoalan yang kerap dihadapi petani ikan berkaitan dengan over produksi dan turunnya harga ikan berjalan buntu.

“Tadi sudah disampaikan oleh pihak koperasi kalau berbagai cara sudah dilakukan sampai gebrak meja di kantor dinas, tapi tidak ada solusi pertolongan. Ini bisa menjadi introspeksi kenapa keberkahan itu tidak muncul, bisa jadi karena kita kurang dekat Allah. Ibadah kita masih malas-malasan. Jadi saya kira tidak ada solusi lain kecuali kita minta pertolongan Allah agar dimudahkan,” jelasnya.

PP Parmusi meninjau lokasi tambak ikan bersama perwakilan BNI Syariah Jambi yang sudah melakukan kerja sama dengan Parmusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui program-program unggulan Parmusi seperti Desa Madani Parmusi Bisnis Center. Tetap saja, Usamah menegaskan BNI Syariah juga tidak bisa membantu jika syarat Desa Madani tidak terpenuhi.

“Rp 1 Miliar BNI Syariah mengucurkan dana juga tidak bisa menyelesaikan persoalan ini jika aspek pertama dari Desa Madani tidak terpenuhi, yakni adanya peningkatan iman dan takwa. Sebelum lahiriah sejahtera, batiniahnya juga harus sejahtera,” tutur Usamah didampingi istri Daisy Astrilita yang juga menjabat Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi.

Diketahui, pengelolaan tambak ikan adalah bisnis yang kini sedang dikelola masyarakat Desa Kota Karang. Sebelumnya warga sudah berulang kali memanfaatkan lahan miliknya untuk perkebunan sawit, sawah, dan juga karet.

Namun, usaha itu tidak berlangsung lama karena berbagai persoalan. Warga pun kini menyulap lahan-lahanya menjadi tambak ikan.

“Untuk meningkatkan iman dan takwa, bila perlu pendopo ini dijadikan mushola sebagai sarana beribadah di waktu siang dan sore hari,” ucapnya.

Ahmad Murni salah satu petani ikan di desa itu menambahkan, budidaya ikan yang dikembangkan adalah jenis ikan darat, seperti lele, gurameh, nila, dan ikan mas.

Tahun ini, kata dia, stok ikan memang berlimpah ribuan ton. Namun mereka terhalang pada pemasaran, dimana stok ikan di pasar-pasar juga sudah penuh. Mereka pun kebingungan.

“Selain pakan yang mahal, air yang susah karena musim kemarau, kita juga terkendala dengan pemasaran karena stock ikan sudah melimpah. Sekali dijual, tengkulak menawarkan dengan harga yang sangat murah,” ujar Murni sambil mengeluh.

Ia pun berterima kasih atas masukan yang disampaikan Ketua Umum Parmusi, agar selalu memohon kepada Allah untuk diberikan kemudahan dan keberkahan dengan jalan peningkatan iman dan takwa. Ia sadar kemurahan rezeki yang diberikan Allah selalu ada korelasinya dengan ketulusan dalam beribadah.

Dalam kunjungan itu, Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam juga didampingi Ketua Lembaga Dakwah Parmusi KH. Syuhada Bahri, Wakil Ketua LDP Pusat Bukhori Abdul Shomad, Bendahara Parmusi Dewi Achyani, Waksekjen Parmusi, Mulyadi, dan Ketua PW Parmusi Jambi Kamaluddin Havis. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here