Kepala BNPB: Wali Kota Harus Tegas kepada Warga untuk Dievakuasi

185
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Bertindak tegas kepada warga terdampak banjir menjadi salah satu cara penting untuk mencegah korban jiwa. Hal ini dikemukakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo usai Rakor penanganan banjir, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).

Doni meminta agar para pemimpin daerah termasuk wali kota untuk tegas kepada warga agar mau dievakuasi jika ada potensi banjir.

“Jadi kita harapkan ketegasan dari para pemimpin di daerah untuk mengingatkan masyarakat. Harta penting tapi nyawa lebih penting,” kata Doni.

Ia menuturkan, pengalaman masyarakat Konawe Utara bisa selamat karena mulai dari bupati dibantu aparat kepala dinas sampai camat dan kepala desa memaksa penduduknya untuk evakuasi, untuk mengungsi sementara.

“Sehingga ketika air hujan, air bah datang, rumahnya hanyut terbawa oleh arus, korbannya tidak ada” ungkapnya.

Begitu pula saat ini, jelas Doni, para wali kota atau pejabat setingkatnya akan menjadi komandan satgas penanganan banjir. Dia menyebut aparat TNI-Polri, BPBD hingga SAR bakal di bawah komando kepala daerah.

“Dari hasil kesepakatan tadi, para wali kota kita harapkan bisa menjadi komandan satgas, sistem komando insiden. Kemudian di bawahnya nanti ada unsur TNI-Polri, ada Kodim, ada Polres dan juga ada Badan SAR. Semuanya terintegrasi sampai dengan tingkat yang paling rendah yaitu titik posko,” tegas Doni.

Sistem komando seperti itu, jelasnya, diyakini bisa membuat penanganan warga korban banjir lebih terintegrasi. Doni pun meminta semua pihak fokus pada evakuasi dan pemberian bantuan ke korban.

“Nantinya bisa terintegrasi, baik pelaksanaan evakuasi, bantuan medis, bantuan logistik dan bantuan-bantuan serta dukungan lainnya,” tutupnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here