Kena Gempa, Relawan Indonesia Beri Bantuan Untuk Muslim Suriah dan Uighur di Turki

155

Jakarta, Muslim Obsession – Turki belum lama ini tengah dilanda gempa dahsyat berkekuatan 6,6 skala richter, disertai dengan tsunami di provinsi Izmir. Banyak bangunan rusak dan korban jiwa berjatuhan. Kondisi ini pun membuat masyarakat semakin sulit, karena Turki masih dilanda Covid-19.

Atas dasar itu, relawan Indonesia Eko Sulistio tergerak hatinya untuk kembali datang ke Turki guna menyalurkan bantuan untuk masyarakat Turki. Termasuk para Muslim Suriah dan Muslim Uighur yang mengungsi di daerah-daerah perbatasan Turki.

“Pemerintah Turki sangat luar biasa dalam merespons bencana ini. Namun gelombang pengungsui dari Suriah dan Uighur masih cukup tinggi,” kata Eko kepada Muslim Obsession belum lama ini.

Eko yang sudah berada di Turki sejak November sampai Desember 2020 ini menyatakan, dalam situasi yang sulit seperti ini, masyarakat Turki banyak membutuhkan bantuan makanan, serta perlengkapan musim dingin. Maka bantuan memfokuskan kepada beberapa hal.

Di antaranya, perlengkapan musim dingin seperti selimut, kupluk penutup kepala & kuping, sarung tangan wool, kaus kaki wool, ada juga bahan bahan pangan, masker dan handsanitizer.

Eko menyebut bantuan ini datang dari beberapa lembaga seperti NGO Malaysia, DT Peduli, Rumah Zakat, Yayasan Hasanah Titik BNI Syariah, Yayasan Eka Buana, dan beberapa bantuan yang sifanya personal.

“Total ada 800 paket bahan makanan yang sudah kita berikan,” kata Eko.

Paket bahan makanan itu berupa, beras, gula, saus tomat, kacang, makanan sereal, bihun, atau mie, minyak biji bunga matahari, kacang Arab, minyak zaitun, dan ikan kering. Paket ini diberikan kepada mereka yang mengungsi di Bornova, Manavkuyu, Izmir.

Paket juga diberikan kepada Muslim Suriah dan Uighur yang mengungsi di beberapa tempat, yakni di penampungan Selivri Salimpasa, di penampungan Fatih Ali Kuscu, dan Sefakoy. “Para pengungsi ini mereka hidup hanya mengandalkan bantuan dari negara-negara donor,” ucap Eko.

Eko menceritakan, pendistribuan bantuan ini sempat mengalami kendala karena Pemerintah Turki membuat kebijakan Lockdown total. Aktivitas sosial ditutup, toko-toko makanan pun dibatasi, sehingga menyulitkan bagi Eko untuk membeli makanan dan mendistribusikan kepada para pengungsi.

“Padahal di tengah ancaman Covid-19 dan kebijakan Lockdown ini, mereka para pengungsi ini membutuhkan uluran tangan dari orang lain. Tapi syukur alhamdulillah perlahan, bantuan sudah kita berikan semua kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here