Kemenag: Mahasiswa Generasi Millenial Harus Berwirausaha

486
Workshop Kewirausahaan Mahasiswa PTKI, di Surakarta pada 12-14 September 2018 (Foto: Kemenag)

Surakarta, Muslim Obsession – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam terus mendorong mahasiswa generasi millenial untuk berwirausaha guna menyongsong kehidupan yang penuh tantangan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Syafriansah  saat mewakili Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) membuka Workshop Kewirausahaan Mahasiswa PTKI, di Surakarta, yang dilaksanakan pada tanggal 12-14 September 2018.

Workshop tersebut diikuti oleh 30 mahasiswa yang berasal dari perwakilan PTKI se-Indonesia. Hadir dalam kegiatan Dosen sekaligus nara sumber Ivan Rahmawan, Kasi Sarpras pada PTKIS Otisia Arinindiyah, dan Kasi Sarpras pada PTKIN Nur Yasin .

Syafriansah yang membacakan sambutan tertulis Direktur PTKI mengatakan, saat ini kita memasuki revolusi industri tahap keempat, yang sering disebut sebagai industri 4.0. “Industri 4.0 melahirkan sebuah era yang ditandai dengan disrupsi teknologi yang menghasilkan model bisnis baru yang inovatif dan progresif”, kata Syafri, sebagaimana dikutip dari rilis Kemenag.

Alumni UIN Sunan Kalijaga ini menambahkan, industri 4.0 telah membawa perubahan hampir di semua lini kehidupan. Mulai dunia bisnis, perbankan, transportasi, sosial masyarakat, hingga pendidikan. Terkait dengan generasi millenial, Syafriansah mengatakan media sosial menjadi piranti yang sangat penting dalam berbisnis (bewirausaha).

Menurut Syafri, generasi yang biasa dikenal dengan generasi Y ini, memiliki peluang yang jauh berbeda pada era industri 4.0. Penguasaan teknologi informasi, menjadi keharusan bagi generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980 – 2000an.

“Penguasaan teknologi informasi akan membuat generasi ini mampu menjawab tantangan-tantangan yang ada,” kata Syafri di hadapan 30 mahasiswa perwakilan PTKI se-Indonesia.

Syafri menambahkan, mahasiswa PTKI sebagai bagian dari generasi milenial pun harus mampu menjawab tantangan tersebut. “Menurut data terakhir tahun 2016/2017, terdapat 802.637 mahasiswa PTKI yang juga generasi milenial, tersebar di 744 PTKI se-Indonesia, baik negeri maupun swasta,” jelas Syafri.

Adapun jumlah generasi milenial di Indonesia pada tahun 2017, menurut Syafri telah mencapai 32 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. “Artinya, ada 81 juta jiwa generasi milenial, dari total 255 juta penduduk Indonesia. Populasi ini akan bertumbuh hingga 60 persen dari total populasi pada tahun 2020 nanti,” jelas Syafri.

Dalam kesempatan yang sama, Kasie Kemahasiswaan Kemenag Ruchman Basori mengatakan Kementerian Agama sangat berkepentingan agar mahasiswa PTKI saat ini mengembangkan kemampuan berwirausaha. Karenanya mahasiswa perlu ditingkatkan wawasan dan pengetahuan tentang kewirausahaan.

Ruchman Basori berpendapat di era millenial seperti sekarang ini, mahasiswa PTKI dituntut mempunyai kesadaran tentang bagaimana mengembangkan kewirausahaan yang diimbangi dengan keterampilan mengelola media sosial. “Keterampilan generasi millenial dalam bermedsos menjadi potensi besar dalam memulai dunia usaha”, kata Ruchman. (Vina).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here