Kemenag Kini Miliki Terjemah Al-Quran dari 12 Bahasa Daerah

2196
Terjemah Al-Quran
Kementerian Agama telah menerjemahkan Al-Quran ke dalam 12 bahasa daerah sejak 6 tahun silam.

Jakarta, Muslim Obsession – Sejak enam tahun lalu, Kementerian Agama telah meluncurkan 12 produk terjemahan Al-Quran dalam berbagai bahasa daerah. Rencananya, jumlah ini akan bertambah dengan penerjemahan Al-Quran berbahasa Aceh, Madura, dan Bugis pada tahun 2018.

Menurut Kabalitbang dan Diklat Kemenag, Abdurrahman Mas’ud, terjemahan Al-Quran dalam bahasa daerah ini merupakan produk unggulan yang menjadi tugas dan fungsi Balitbang untuk melakukan konservasi (Al-Muhafadzoh).

“Sudah 12 produk terjemahan Al-Quran dalam bahasa daerah, sejak 6 tahun lalu,” kata Mas’ud seperti dilansir situs resmi Kementerian Agama.

Mas’ud menjelaskan, penerjemahan Al-Quran dalam bahasa daerah ini tidak menghabiskan anggaran yang banyak. Menurutnya, terjemahan Al-Quran ini diharapkan menjadi bagian dari revitalisasi untuk menghidupkan kembali kearifan local, khususnya bahasa daerah.

“Mereka yang terlibat dalam penterjemahan Al-Quran bahasa daerah ini adalah mereka yang menguasai bahasa Arab dengan baik, menguasai bahasa tafsir dengan baik dan menguasa bahasa daerah dengan baik,” ungkapnya.

Pada tahun 2016 terjemahan Al-Quran dalam bahasa daerah Kaili, Banyumas, Minang, Sasak, Mongondow, Batak Angkola, Batak, Kanayat, dan Toraja telah diluncurkan. Tahun ini, Kemenag kembali merilis terjemahan Al-Quran berbahasa Melayu Ambon, Bali, dan Banjar.

Peluncuran terjemahan Al-Quran tiga bahasa daerah tersebut dilakukan di Auditorium H.M Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan M.H. Thamrin No. 6 Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, terjemahan Al-Quran ke bahasa daerah dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman, mendekatkan sebagian masyarakat yang lebih menguasai bahasa daerah ketimbang bahasa Indonesia.

“Ini untuk konsumi masyarakat yang memiliki kedekatan dengan bahasa ibu-nya,” terang Menag.

Selain itu, lanjut Menag, terjemahan Al-Quran ini juga untuk menjaga dan memelihara bahasa-bahasa daerah dengan baik, sebagaimana umat Islam menjaga kitab suci. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here