Keistimewaan Orang yang Rajin Baca Al-Quran

216

Jakarta, Muslim Obsession – Sebagai seorang muslim, bentuk kecintaan kita terhadap agama Islam tentu dengan berusaha menjalankan ajaran dan prilaku yang dicontohkan Rasulullah Saw. Nabi Muhammad dijuluki Quran yang berjalan, karena akhlaknya sangat qurani.

Karena begitu pentingnya Al-Quran sebagai pedoman hidup, maka umat Islam harus bisa mempelajari Al-Quran atau punya rasa kecintaan terhadap Al-Quran. Kalaupun  belum bisa memahami isi kandungan Al-Quran secara sempurna, sebagai bentuk cinta, membacanya pun bernilai ibadah.

Di antara pintu terbesar untuk mencapai kelapangan hidup agar tidak terjebak dalam kesempitan yang membelenggu adalah dengan membaca Al-Quran. Hati bisa sewaktu-waktu berkarat sebagaimana besi, dan membaca Al-Quran merupakan media pembersih karat tersebut.

Baca juga: Catat! Ini Doa-Doa Para Nabi yang Diabadikan dalam Al-Quran

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut:

إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ إِذَا أَصَابَهُ الْمَاءُ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَمَا جَلَاؤُهَا؟ قَالَ: كَثْرَةُ ذِكْرِ الْمَوْتِ وَتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ

Artinya: “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat sebagaimana besi ketika bertemu dengan air. Kemudian ada yang bertanya kepada Baginda Nabi, ‘Ya Rasulullah, lalu apa yang dapat menghilangkan karat tersebut?’ Rasul menjawab, ‘Banyak mengingat kematian dan membaca Al-Quran’.” (HR Baihaqi).

Orang yang kerap menyibukkan dirinya membaca Al-Quran mempunyai banyak keistimewaan sebagaimana dikutip Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam kitabnya Abwâbul Faraj, Dârul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1971, halaman 73 sebagai berikut:

Baca juga: Orang-Orang yang Dilarang Dinikahi dalam Al-Quran

Orang yang mahir membaca Al-Quran adalah orang-orang yang istimewa. Mereka ditempatkan bersama malaikat-malaikat pencatat yang patuh kepada Allah yang selalu berbuat kebaikan.

Menurut al-Qurthubi sebagaimana dikutip dalam kitab Fathul Bârî, yang dimaksud mahir di sini adalah orang yang cerdas, maksudnya, hafalan dan tajwidnya sama-sama mempunyai kualitas bagus, tidak perlu mengulang-ulang.

Al-Quran merupakan hidangan dari Allah SWT. Siapa pun yang masuk ke sana akan mendapat jaminan keamanan. Rumah yang dibuat untuk membaca Al-Quran akan dihadiri malaikat. Penghuni rumah akan merasakan bahwa rumahnya menjadi luas.

Baca juga: 9 Sifat Buruk Manusia Menurut Al-Quran

Kemudian masih dalam kitab itu, rumah yang dibacakan Al-Quran akan menyinari penduduk-penduduk langit. Membaca Al-Quran terdapat kebaikan yang sangat banyak. Dengan membaca Al-Quran, orang akan menjadi baik, bisa menjadi obat hati.

Membaca Al-Quran dapat bermanfaat bagi orang yang membaca maupun kedua orang tuanya. Rajin membaca Al-Quran juga bisa memberikan syafa’at (pertolongan) di alam kubur, dan hari pembalasan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here