Kehilangan Keluarga dalam Hitungan Menit, Hasnah: Hati Saya Hancur

663
Pencarian tanpa henti korban gempa di Palu (Foto: Reuters)

Palu, Muslim Obsession – Hati siapa yang tidak hancur, saat kehilangan keluarga, rumah dan harta benda dalam hitungan menit?

Hari ini, Jumat (5/10/2018) tepat satu pekan sejak tsunami 7,5 SR menyapu pemukiman di sekitar Pantai Talisa Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Bencana ini menyisakan begitu banyak duka mendalam. Dengan ribuan korban meninggal dunia dan puluhan ribu rumah rata dengan tanah.

Hasnah, salah satu korban gempa yang tidak pernah menyerah untuk mencari sanak saudara. Wanita berusia 44 tahun tersebut berasal dari Petobo, sebuah desa di pinggiran selatan kota Palu.

“Lebih dari setengah keluarga saya hilang,” kata Hasnah sembari menangis.

“Hati saya hancur. Saya bahkan tidak dapat menghitung berapa banyak. Dua anak saya hilang, sepupu saya, saudara perempuan saya, saudara ipar saya dan anak-anak mereka, semua hilang,” lanjut Hasnah dengan pipi yang terus basah.

Kepada Reuters, Hasnah bercerita bagaimana dia menyaksikan sendiri rumahnya dihempas oleh air. Bumi, kala itu seperti sebuah blender yang mencampuradukkan semuanya.

Hingga Jumat (5/10/2018) jumlah kematian resmi akibat gempa dan tsunami mencapai 1.558 jiwa. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, karena pencarian tanpa henti dan banyak mayat terus ditemukan.

Sungguh, tidak ada yang tahu berapa banyak orang yang terseret sampai mati di rawa yang bergolak di Petobo dan daerah-daerah terdekat di selatan Palu.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan 1.700 rumah di satu lingkungan habis disapu air dengan ratusan orang meninggal dunia. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here