Karena Amalan ini Allah Ridha, dan Menjadikan Bilal Masuk Surga

117

Jakarta, Muslim Obsession – Bilal bin Rabah adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang sudah mendapat jaminan Allah SWT masuk surga. Dia adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah (sekarang Ethiopia) yang masuk Islam ketika masih diperbudak.

Setelah majikannya mengetahui bahwa Bilal masuk Islam, maka Bilal disiksa terus menerus setiap harinya, guna mengembalikan keyakinannya agar tidak memeluk Islam.

Tetapi Bilal tidak mau kembali kepada kekafirannya dan tetap melantunkan “Ahadun Ahad, Ahadun Ahad.” Pada akhirnya Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar, dan menjadi salah seorang sahabat Nabi.

Ketika sudah masuk Islam dan menjadi sahabat Nabi, Bilal bin Rabah pernah ditanya oleh Rasulullah Saw “Wahai Bilal, apa amalan yang paling sering kamu lakukan? Sebab aku mendengar suara langkah kakimu di surga.”

“Aku tidak melakukan amalan apapun melainkan aku membiasakan shalat sunah setelah berwudhu baik siang ataupun malam,” jawab Bilal.

Dialog Bilal dan Rasulullah ini banyak disebutkan dan diceritakan dalam kitab hadits. Di antara perawi yang meriwayatkan kisah ini adalah Al-Bukhari, Ishaq bin Rahaweh, dan lain-lain.

Amalan yang dilakukan sahabat yang dikenal dengan keindahan suaranya itu sekilas terlihat sederhana dan mudah dilakukan. Ia hanya membiasakan diri untuk shalat sunah setelah berwudhu.

Meskipun terlihat sederhana, penekanannya sebenarnya tidak bergantung pada bentuk amalannya, tetapi keistiqamahan Bilal dalam melakukan amalan tersebut.

Amalan apapun yang dilakukan dengan istiqamah dan konsisten, selama ikhlas dan hanya mengharapkan ridha Allah, akan dibalas oleh Allah SWT.

Oleh sebab itu, sepanjang hidup Rasulullah sangat jarang membebani sahabat dengan malan yang berat dan susah. Beliau meminta sahabatnya melakukan amalan sesuai dengan kemampuannya dan dilakukan secara konsisten.

Aisyah RA juga pernah ditanya oleh sahabat tentang amalan yang disukai Rasul, beliau menjawab,

كان أحب العمل إليه الدائم

Artinya, “Amalan yang paling disukainya adalah amalan yang dilakukan terus-menerus.”

Amalan yang disukai Nabi Saw adalah amalan yang dilakukan terus-menerus meskipun kecil dan ringan. Melakukan ibadah secara konsisten tidaklah mudah dan butuh usaha keras untuk mewujudkannya.

Saking pentingnya istiqamah dalam ibadah, para ulama mengingatkan, “Jadilah kalian pencari istiqamah, bukan pencari karamah.” Wallahu a‘lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here