Jumlah Balita Obesitas Meningkat 11 Kali Lipat, Apa Bahayanya?

151
Obesitas pada anak (Foto: iStorify)

Muslim Obsession – Sebuah laporan terbaru dari PBB yakni WHO dan UNICEF, pada Rabu (19/2/2020) menyebutkan bahwa dunia gagal melindungi anak-anak dari bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan pola makan yang buruk.

Menurut lebih dari 40 pakar kesehatan anak dan remaja terkemuka di dunia, tidak ada satu pun negara di dunia yang secara memadai melindungi generasi berikutnya dari dampak emisi karbon, perusakan alam dan makanan berkalori tinggi dan olahan.

Mereka mengatakan bahwa emisi karbon yang berlebihan, yang diproduksi secara luar biasa oleh negara-negara kaya justru mengancam masa depan semua anak dan akan membebani mereka dengan bahaya kesehatan tambahan, dari gelombang panas yang mematikan hingga meningkatnya penyebaran penyakit tropis.

Laporan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, seperti dilansir Daily Sabah, memeringkat kinerja 180 negara dalam hal tingkat kelangsungan hidup anak, pendidikan dan gizi.

Di bawah kriteria ini, negara-negara yang kurang berkembang seperti Republik Afrika Tengah dan Chad memiliki kinerja yang sangat buruk dibandingkan dengan negara-negara kaya seperti Norwegia dan Belanda.

Namun, peringkat sebagian besar dibalik ketika dampak polusi udara dari emisi karbon per kapita pun dinilai. Ada sekitar 250 juta anak di bawah 5 tahun (balita) di negara berpenghasilan rendah dan menengah berisiko terhambat karena kekurangan gizi dan dampak kemiskinan lainnya. Pada saat yang sama, jumlah anak-anak obesitas di seluruh dunia telah melonjak sebelas kali lipat sejak tahun 1975 menjadi 124 juta.

Anak-anak di beberapa negara melihat sebanyak 30.000 iklan di televisi dalam satu tahun. Dan terlepas dari pengaturan sendiri oleh industri, satu studi menunjukkan bahwa anak-anak di Australia terpapar 51 juta kali terhadap iklan alkohol hanya dalam satu tahun yang disiarkan televisi.

Risiko atau bahaya kesehatan dari berat badan ekstra

Kelebihan berat badan memiliki efek sebagai berikut pada tubuh:

  • Jantung bekerja lebuh keras
  • Meningkatkan tekanan darah, kolesterol darah dan kadar trigliserida
  • Menurunkan high-density lipoprotein (HDL), atau kadar kolesterol baik
  • Menimbulkan diabetes dan masalah kesehatan lainnya

Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK), seperti dilansir Medical News Today, memiliki berat badan ekstra dapat meningkatkan risiko kondisi berikut: hipertensi, atau tekanan darah tinggi dislipidemia, yang melibatkan kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah, atau kadar trigliserida yang tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, penyakit kantong empedu, osteoartritis dan masalah pernapasan. Juga beberapa kanker, termasuk kanker endometrium, payudara dan usus besar.

Membawa berat ekstra saat anak-anak atau remaja juga dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, baik selama masa kanak-kanak maupun dewasa. Seperti halnya obesitas dewasa, obesitas pada masa kanak-kanak meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan sleep apnea.

The American Heart Association (AHA), menunjukkan bahwa anak-anak dengan BMI tinggi juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap asma, harga diri rendah dan tekanan psikologis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here