Jepang Terus Tambah Ruang Shalat

485
Ruang Shalat (Foto: Istimewa)

Jepang, Muslim Obsession – Pemerintah Jepang kini sudah menghadirkan banyak ruangan shalat untuk muslim di beberapa tempat. Hal tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan muslim ke Negeri Sakura dalam beberapa tahun terakhir.

Meski begitu, jumlah jamaah yang menggunakan ruangan shalat masih terbatas karena kurangnya kesadaran dan kesulitan akses. Seorang pejabat di sebuah pusat perbelanjaan di Prefektur Hiroshima, Jepang mengatakan ruang shalat yang dibuka baru-baru ini di mal baru digunakan dua atau tiga kali dalam sebulan.

“Sulit untuk mempromosikan ruangan itu. Beberapa pelanggan salah memahami tujuan ruangan dan mencoba menggunakannya sebagai tempat istirahat,” ujarnya seperti dilansir Japan Today, Selasa (26/2/2019).

Ruang shalat lain di LaLaport Expocity, sebuah pusat perbelanjaan utama di Suita, Prefektur Osaka, telah lebih berhasil, digunakan sekitar 30 kali sebulan. Ruangan tersebut digunakan oleh wisatawan dan orang-orang yang bekerja di sana sejak mal dibuka pada 2015.

“Berita itu telah menyebar dari mulut ke mulut dan jumlah pengguna telah meningkat,” kata pengelola ruangan shalat, Sachiko Kato.

Hanya saja, kata dia, banyak orang meminta staf di layanan untuk menjaga ruangan terbuka sepanjang hari. Saran ini pun mendapat penolakan dari para pejabat. “Sulit untuk membiarkan ruangan terbuka karena banyak orang datang dan pergi,” ungkapnya.

Menurut operator situs web yang menyediakan informasi bagi umat Islam, ada sekitar 170 ruang shalat di Jepang. Jumlahnya meningkat karena semakin banyak turis mengunjungi Jepang dari Asia Tenggara.

Wisatawan dari Malaysia dan Indonesia, dua negara yang populasi Muslim besar, tercatat ada kunjungan sekitar 700.000 pada tahun 2017. Angka tersebut meningkat tujuh kali lipat dari satu dekade sebelumnya menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang.

Ken Miichi, seorang profesor di Sekolah Pascasarjana Studi Asia-Pasifik Universitas Waseda, menunjukkan bahwa tidak cukup hanya dengan menambah jumlah ruang sholat.

“Pertama-tama kita perlu memahami mengapa ruangan diperlukan dengan mempelajari adat (budaya) dan budaya muslim. Kemudian mengembangkan lingkungan di mana orang dapat menggunakannya dengan mudah,” katanya.

Islam dimulai di Jepang pada 1920-an melalui imigrasi beberapa ratus Muslim Turki dari Rusia setelah revolusi Rusia. Pada 1930, jumlah Muslim di Jepang mencapai sekitar 1000 orang. Gelombang migran lain yang meningkatkan populasi Muslim mencapai puncaknya pada 1980-an, bersama dengan pekerja migran dari Iran, Pakistan, dan Bangladesh. Pusat Penelitian Pew memperkirakan pada 2010 bahwa ada 185.000 Muslim di Jepang.

Jepang sendiri saat ini sedang gencar mengembangkan wisata halal. Pemerintah setempat mencari peluang baru di sektor halal dan berusaha untuk mencari pasar lokal dan internasional baru. Ini mengingat Jepang menjadi tuan rumah 2020 yang menarik atlet dan turis Muslim dari seluruh dunia. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here