Jari Jemari

1459

Oleh: Mochammad Sa’dun*

Al-Quran menyebut jari (jemari) 6 kali, dengan keterangan menunjuk pada fungsinya secara mengejutkan. Misalnya, bagi golongan kafir jari digunakan untuk menutup telinga dan gigit jari.

Al-Quran juga menyebut cara membunuh kaum kafir dengan memotong kepala dan ujung jarinya. Cara ini dipastikan korban tidak mungkin ditolong dengan cara apapun, dan mati dengan cara yang paling cepat.

Selebihnya susunan jari jemari ternyata lebih rumit dan kompleks, dibanding otak sekalipun. Karena itu Allah pada surat Al-Qiyāmah:4, menyatakan, “Sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”

Karena itu hingga kini, dengan ilmu kedokteran yang paling cangih sekalipun tidak mampu membuat tiruan jari jemari yang berfungsi sempurna seperti aslinya.

Dalam anatomi, menurut Al-Quran, jari jemari mewakili bagian seluruh organ dimana dua ruas bawah mewakili bagian perut/leher, sedang satu ruas di ujung jari mewakili dada/kepala.

Dalam hal ini jari kelingking tangan berpasangan dengan jari kelingking kaki, yang terhubung dengan seluruh organ di sisi pinggir tubuh manusia. Demikian secara terstruktur jari jemari lainnya mengikuti secara anatomis dan terhubung dengan organ-organ lain secara berpasangan sempurna.

Jadi setiap ruas jari jemari mewakili bagian-bagian tubuh secara komprehensif. Yang paling sederhana kuku di seluruh ujung jari mewakili rambut. Kuku yang rusak atau tipis menandai rambut yang rusak atau tipis. Perawatan kuku sesungguhnya membantu kesehatan rambut.

Oleh karena itu memijit-pijat seluruh ruas jari jemari pada dasarnya adalah memijit seluruh bagian tubuh. Bagian ruas jari yang sakit saat dipijat, menunjukan bagian tubuh yang tidak normal.

Dengan demikian maka ayat di atas sekaligus menandai bahwa jari jemari itu sudah mewakili seluruh tubuh yang sempurna. Pernyataan tersebut juga sebagai ancaman dan tantangan bagi mereka yang tidak percaya hari kebangkitan, bahwa kesempurnaan susunan jari jemari yang sangat rumit itu atas kuasa Allah, dipastikan akan disusun kembali dengan sempurna. Subhanallah.

 

*Sedang menulis buku: Kaidah Manusia dan Kesehatan Holistik

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here