Janji Hercules Mencuci Kaki Nabi

76
Kisah Hercules yang berjanji mencium kaki Nabi (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Nabi Muhammad Saw. berdakwah menyebarkan Islam melalui surat yang dikirim kepada raja dan para penguasa dari berbagai negara. Banyak dari surat-surat itu disambut dengan baik, namun tidak sedikit juga ditolak mentah-mentah.

Tapi Nabi tidak pernah putus asa. Dia terus menyebarkan Islam meski berulangkali mendapat penolakan. Suatu ketika, surat tersebut mencapai Hercules, kaisar Bizantium Kekaisaran Romawi Timur.

Hercules, pada saat itu berada di istananya di Konstantinopel. Dia tengah merayakan kemenangannya atas Persia. Hercules membaca surat itu melalui seorang penerjemah dan kemudian meminta orang-orang di istananya, untuk mengetahui apakah ada seseorang di kota itu yang mengenal Nabi.

Kebetulan waktu itu ada Abu Sufyan, seorang pemimpin suku Quraisy sekaligus musuh bebuyutan Nabi yang tengah berada di Konstantinopel dalam perjalanan bisnis. Abu Sufyan dengan teman-temannya lalu dibawa ke pengadilan.

Kaisar bertanya kepada Abu Sufyan, “Bagaimana keluarga Nabi Muhammad?”

“Dia keluarga bangsawan yang mulia”, jawab Abu Sufyan.

“Apakah ada raja di keluarganya?” tanya Hercules.

“Tidak,” kata Abu Sufyan.

“Apakah para pengikutnya adalah orang-orang yang kaya raya?”, Hercules bertanya lagi.

“Tidak. Mereka miskin,” jawab Abu Sufyan.

Mendengar jawaban Abu Sufyan, Hercules menjadi semakin tertarik dan dia terus bertanya. Pertanyaan berikutnya adalah, “Apakah pengikutnya meningkat atau menurun?”

“Meningkat”, Abu Sufyan menjawab singkat.

“Apakah kamu pernah melihatnya berbohong?” tanya Hercules lagi.

“Tidak”, tandas Abu Sufyan.

“Pernahkah Anda bertarung dengannya dalam perang?” tanya Hercules.

“Ya,” jawab Abu Sufyan.

“Lalu bagaimana hasilnya?” tanya Hercules, semakin tertarik.

“Terkadang kami menang, kadang-kadang dia yang menang,” jawab Abu Sufyan.

“Apa yang dia ajarkan?” tanya Hercules.

“Menyembah satu Tuhan dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Melaksanakan perintah-Nya, menyampaikan kebenaran dan tetap bersatu dengan kerabatmu,” jawab Abu Sufyan, yang bahkan dia terkejut dengan jawabannya sendiri karena kedengarannya seperti dia sedang berkhutbah tentang Islam.

Hercules lalu berdiri dan berkata, “Jika semua yang Anda katakan itu benar, maka saya yakin bahwa Kerajaan Nabi ini akan sampai di sini, tempat di mana saya berdiri. Saya yakin bahwa seorang Nabi akan datang, tetapi saya tidak tahu bahwa dia akan dilahirkan di Arab.”

“Jika saya pergi ke sana, saya akan memeluk Islam dan mencuci kaki Nabi dengan tangan saya sendiri,” janji Hercules.

Dari percakapan antara Abu Sufyan dengan Hercules, kita bisa melihat bagaimana cara Nabi menyebarkan Islam. Nabi mengesankan mereka dengan sifatnya yang sidiq, kejujuran, akhlak mulia dan kesetiannya kepada Allah. 

Nabi bahkan tidak memaksa orang untuk menerima Islam di bawah ancaman perang. Juga tidak memaksa orang untuk menerima Islam dengan kekuatan pedang. Dia berjuang di pertahanan, hanya ketika musuh mengobarkan perang kepadanya.

Wallahu A’lam bish Shawab..

(Vina – Sumber: Hercules and Islam)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here