Jangan Salah Niat Puasa Ramadhan, Perhatikan Tiga Hal Ini!

305

Muslim Obsession – Salah satu syarat sah dalam ibadah adalah niat. Demikian juga dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, niat memiliki posisi yang sangat penting.

Ada tuntunan agar setiap mukmin yang hendak berpuasa Ramadhan melakukan niat yang benar. Artinya, tidak sekadar niat, tapi memperhatikan syarat sah niat yang terkandung di dalamnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Umm Ciputat-Tangerang Selatan, KH. Misbahul Anam menjelaskan, ada tiga syarat sah niat puasa di bulan Ramadhan, yakni Tabyit, Ta’yin, dan Tikrar.

BACA JUGA: Jamaah Pesantren Mahfilud Dluror di Jember Sudah Mulai Puasa Ramadhan

“Tabyit ialah mengucapkan niat yang dilakukan pada malam hari hingga sebelum Subuh. Jadi, niat yang diucapkan setelah waktu subuh maka puasanya tidak sah. Kendati demikian, orang ini tetap harus puasa dan tetap meng-qadha-nya,” ungkapnya saat memberikan taushiyah Tarhib Ramadhan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (4/4/2021).

Syarat kedua, jelasnya, adalah Ta’yin yaitu menyatakan niat. Dan syarat yang ketiga adalah Takrir, yakni mengulang-ulang niat.

Bagi yang biasa membacakan niat setelah shalat Tarawih, jelas Kiai Misbah, niat yang dibaca biasanya adalah “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoni haadzihis sanati lillaahi ta’ala”.

BACA JUGA: Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan Selesa Besok

“Dalam niat ini, Ta’yin-nya adalah kalimat “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoni” dan itu setiap hari diulang-ulang (tikrar), diniatkan,” urainya.

Namun demikian, ada juga ulama yang membiasakan membaca niat satu kali untuk sebulan penuh. Niat ini dibacakan di hari pertama puasa Ramadhan untuk sebulan penuh.

“Diperbolehkan. Jadi tergantung siapa yang mau mempraktikkan. Kalau di pesantren saya, hari pertama itu membaca niat untuk sebulan penuh. Setelah itu membaca niat untuk harian. Maksudnya ini ikhtiyat, kalau suatu saat kita gak niat karena lupa, puasa tetap sah. Tapi kalau dia tidak niat sebulan penuh kemudian dia lupa tidak niat saat malamnya hingga subuh, maka puasanya tetap harus di-qadha,” terang Kiai Misbah.

Kiai Misbah menguraikan bahasan Syariat Puasa dalam taushiyah Tarhib Ramadhan yang digelar Majelis Muslimin Indonesia (MMI). Bahasan lengkap tentang Syariat Puasa ini bisa disaksikan di channel YouTube TV OMG. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here