Jamaah Pesantren Mahfilud Dluror di Jember Sudah Mulai Puasa Ramadhan

135

Jember, Muslim Obsession – Meski belum ada keputusan pemerintah tentang penetapan 1 Ramadhan, Jamaah di Pesantren Mahfilud Dluror di Desa Suger Kidul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudab mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan pada Senin (12/4).

“Alhamdulillah kami menjalankan shalat tarawih pada Minggu (11/4) malam dan mulai hari ini kami berpuasa yang diikuti oleh sebagian warga Jember dan Bondowoso, serta para alumni pesantren,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa.

Pelaksanaan shalat tarawih dipimpin KH Ali Wafa tidak hanya diikuti para santri. Sejumlah warga yang berada di sekitar pesantren yang ada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso itu juga ikut menjalankan ibadah shalat tarawih dengan khusyuk. Jamaah tetap mematuhi protokol kesehatan karena masih masih pandemi Covid-19.

Menurut KH Ali Wafa, penentuan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror berdasarkan kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak 1826.

“Penetapan awal puasa berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi (dari Bahasa Arab artinya lima/khomsatun) yang berdasarkan pada kitab Nushatul Majaalis karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi’i yang sudah dijalankan 195 tahun yang lalu,” katanya.

Dia menjelaskan, sistem penghitungan khumasi yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya. Pihak ponpes juga sudah bisa menentukan awal puasa tahun 2022.

“Awal Ramadhan tahun 2020 jatuh pada hari Kamis, sehingga lima hari dari awal puasa tahun lalu yakni Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin dimulainya awal Ramadhan tahun ini,” tuturnya.

Pada tahun 2020, Pesantren Mahfilud Dluror juga berpuasa lebih awal dibandingkan pemerintah karena menggunakan acuan kitab salaf itu. “Kami berharap perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror tersebut juga dihargai umat muslim lainnya, namun selama ini tidak pernah memicu konflik di kalangan umat Islam,” ujarnya.

Sebelumnya Muhammadiyah telah menentukan awal Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada 13 April 2021, sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) melaksanakan rukyatul hilal pada hari ini.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) juga akan menggelar sidang isbat atau penetapan awal Ramadhan 1442 H yang berdasarkan pengamatan hilal di seluruh Indonesia hari ini. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here