Israel Larang Pemain Tim Sepakbola Gaza Masuk ke Tepi Barat

291
Suporter Palestina (Foto: AN)

Gaza, Muslim Obsession – Israel menolak izin perjalanan sebagian besar pemain di tim sepak bola Gaza yang harus menyeberang melalui Israel ke Tepi Barat untuk memainkan final kejuaraan lokal melawan klub saingan Palestina.

Khadamat Rafah akan memainkan Balata FC di Tepi Barat pada Rabu (25/9/2019). Tetapi tanpa izin perjalanan Israel yang sulit didapat, pertandingan tidak mungkin terjadi sesuai jadwal.

“Kami berpikir bahwa ini adalah bukti nyata bahwa pendudukan Israel ini kejam tetapi kami terus meningkatkannya di semua tingkatan FIFA. Kami bersikeras bahwa ini adalah hak kami dan kami akan terus mengerahkan segala upaya untuk memungkinkan tim ini melakukan pertandingan ini,” ujar Jibril Rajoub, ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina, seperti diberitakan Arab News, Selasa (24/9/2019).

Kesulitan tim sepak bola menyoroti kesulitan harian yang dihadapi warga Gaza di bawah blokade Israel-Mesir, yang dipaksakan setelah Hamas menguasai wilayah itu pada 2007. Mengutip alasan keamanan, Israel telah sangat membatasi pergerakan warga Gaza dan mengharuskan para pelancong seperti pelajar dan pasien medis dalam mendapatkan izin untuk pergi.

Namun, Israel membantah hal ini dan mengatakan negara itu memberikan puluhan ribu izin bagi warga Gaza tanpa ikatan militan. Rajoub mengatakan asosiasinya telah lama melobi FIFA untuk memberi sanksi kepada Israel atas apa yang dikatakannya sebagai upaya untuk membatasi pergerakan pemain Palestina.

Di bawah ketentuan Asosiasi Sepak Bola Palestina, para pemenang liga Gaza mendapat juara Tepi Barat di final dua leg, satu di Jalur Gaza dan satu di Tepi Barat. Pertandingan Gaza berlangsung awal tahun ini dan pertandingan minggu ini, yang telah ditunda selama dua bulan karena akses ke izin, akan berlangsung di dekat kota Nablus, Tepi Barat.

Pemenang pertandingan terakhir berlanjut untuk bersaing di Liga Champions Asia. Setelah pertandingan di Gaza, Khadamat Rafah telah berusaha selama dua bulan untuk mendapatkan izin tetapi dua permintaannya ditolak, kecuali beberapa anggota klub.

“Kami adalah klub yang membawa pesan cinta dan perdamaian dan tidak memiliki kegiatan keamanan seperti yang diklaim oleh pendudukan (Israel),” kata Hozayfa Lafi, juru bicara Khadamat Rafah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here