Islamophobia Menjamur di AS, Tapi Tak Halangi Perkembangan Islam

330
Imam Shamsi Ali (Foto: Fikar OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Fenomena kebencian terhadap Islam atau Islamophobia di Amerika dilaporkan mengalami peningkatan. Pasalnya, Islamophobia dinilai mendapatkan pembenaran dari pemerintah, sehingga masyarakat AS yang tidak suka dengan kehadiran Islam bebas melakukan apapun.

Demikian dikatakan, Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali kepada Muslim Obsession, Jumat (30/11/2018).

“Kalau dulu Islamophobia itu kan di pinggir-pinggir jalan, karena orang-orang tidak tahu sama sekali tentang Islam sehingga terkadang membangun imajinasi-imajinasi yang merugikan. Sekarang justru datang dari White House, Islamophobia datang dari pemerintahan dan ini yang menjadikan orang-orang yang tadinya benci, ketakutan, semakin merasa terlindungi oleh pemerintah sehingga mereka semakin berani,” tutur Ustadz Imam Shamsi Ali.

Kendati demikian, lanjut Imam Shamsi Ali, hal itu tidak menghalangi perkembangan Islam di Amerika Serikat. Pasalnya Amerika merupakan negara yang memiliki sistem yang sudah kuat, institusi juga kuat, sehingga hukum tidak ditentukan oleh Donald Trump.

“Saya kira kalau berbicara tentang keadaan Islam d Amerika sekarang ini, kita menghadapi tantangan. Dengan naiknya Donald Trump sebagai presiden, yang dimana kita sudah kenal bahwa Donald Trump ini sangat kurang bersahabat dengan Islam dan komunitas muslim bahkan dengan komunitas imigran yang lain,” tuturnya.

“Donald Trump dengan perilakunya yang anti-Islam kita tak perlu takut karena ada jaminan hukum, karena konstitusi Amerika sangat bagus menjamin semua penduduk untuk menjalankan agamanya secara bebas,” tukasnya.

Sehingga, kata dia, bagaimana pun juga kebijakan-kebijakan yang dibuat Donald Trump cukup merugikan umat Islam. Namun di satu sisi tidak sama sekali menghalangi perkembangan Islam, karena jumlah orang-orang yang masuk Islam juga tetap besar dan kualitas keislamannya pun semakin bertambah dengan tantangan tersebut.

“Misalnya kemarin di pemilihan Jeddah itu kan ada dua wanita muslimah muda satu dari keturunan Palestina dan satu keturunan Somalia yang terpilih menjadi anggota kongres. Nah itu bukti nyata bahwa di satu sisi mendapat tantangan, sementara di satu sisi lain mendapat peluang-peluang. Jadi Insya Allah Islam di AS akan berkembang terus,” tegasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here