Intip Karya Mengagumkan Fotografer Muslim Hingga Raih Penghargaan

152
Foto karya Sana Ullah

Muslim Obsession – Fotografer Muslim Sana Ullah berhasil memenangkan penghargaan 2019 Goldziher Award untuk seri fotonya berjudul ‘Places You’ll Pray’.

Diberitakan The GW Hatchet, Senin (15/4/2019) foto-foto karya Ullah tersebut menyoroti umat Muslim yang sedang shalat di tempat-tempat umum.

“Penghargaan ini menekankan nilai cerita Muslim di Amerika, terutama pada saat agama saya diperdebatkan dan dikritik oleh orang Amerika,” kata alumni yang lulus pada 2017 dengan gelar master di new media photojournalism tersebut.

Hadiah Goldziher adalah penghargaan bagi mereka yang memiliki keunggulan dalam liputan Muslim Amerika oleh jurnalis Amerika. Ullah adalah satu dari enam individu di AS yang memenangkan penghargaan, dan berhak mendapat hadiah $ 5.000.

Ullah mulai mengambil seri fotonya pada tahun 2015 setelah dia dan saudara perempuannya memutuskan berhenti untuk shalat di ruang ganti.

“Momen ini mengilhami saya untuk mengabadikan waktu ketika umat Islam lainnya mengambil waktu istirahat mereka untuk shalat,” jelasnya seperti dilansir About Islam.

Dengan menggunakan bakat fotografi untuk menggambarkan keindahan umat Muslim yang sedang shalat, fotografer Muslim Amerika itu awalnya memulai proyeknya sebagai kampanye Facebook dan Instagram dengan lebih dari 25.000 pengikut.

Pemuda Muslim itu menerbitkan serangkaian foto yang menangkap berbagai tempat Muslim AS melakukan shalat. Hal ini menunjukkan bahwa banyak Muslim yang shalat di tempat dan atmosfer yang berbeda.

Baginya, seri foto memberinya harapan untuk membangun jembatan komunikasi tentang Islam sambil merangkul identitas Muslimnya.

Awalnya, Ullah merasa ragu-ragu untuk memasukkan proyek fotonya dalam gelar master. Tetapi seorang profesor mendorong gagasannya untuk memberikan pandangan non-Muslim tentang agama.

Profesor itu berkata, “Anda harus membagikan cerita atau perspektif Anda karena itu adalah kebenaran. Orang lain yang bukan Muslim tidak akan dapat menerjemahkan gambar mereka sebaik mungkin.”

Kata-katanya tersebut mendorong Ullah untuk maju dengan rencananya, ia menemukan bahwa proyek tersebut menginspirasi diskusi di kelas tentang bagaimana menjadi Muslim di Amerika.

“Ya, proyek itu milik saya, tetapi saya juga merasa itu milik semua orang. Saya berharap proyek ini akan terus memberikan wawasan tentang kehidupan individu Muslim di Amerika,” harap Ullah.

Sebagai informasi, Islam adalah agama terbesar ketiga di AS setelah Kristen dan Yahudi. Menurut sebuah studi pada 2017, Islam diikuti oleh 1,1% dari populasi. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here