Ingin Tiket Masuk Surga? Yuk, Lakukan Amalan Sederhana Ini

156
Ilustrasi: Tiket.

Muslim Obsession – Surga menjadi tempat favorit bagi setiap manusia di akhirat kelak. Namun untuk meraihnya, setiap orang memerlukan rahmat Allah Ta’ala. Dan untuk mendapatkan rahmat-Nya, sebisa mungkin mematuhi perintah Allah Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya.

Salah satu amalan sederhana yang mengundang rahmat Allah Ta’ala adalah menahan marah. Bahkan Allah Ta’ala memasukkan orang-orang yang bisa menahan marah ke dalam kelompok Muhsinin, yakni orang-orang yang bertakwa dan berbuat kebaikan.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” (QS. Ali ‘Imran: 133-134).

BACA JUGA: Boleh Marah, Tapi Tak Lebih dari 5 Menit!

Orang yang pandai mengelola emosinya sehingga tidak marah, akan lebih mudah memaafkan orang lain dan bersabar atas setiap kondisi (takdir) yang menimpanya.

Ketika amarah menguasai jiwanya, orang yang memahami besarnya ganjaran untuk menahannya, maka ia akan segera tersadar dan bersabar.

Sulit? Mungkin begitu pada awalnya. Tapi itulah jihad, perjuangan maha besar untuk menaklukkan hawa nafsu (jihadunnafs). Setelahnya, ketika sudah berhasil ditundukkan, menahan amarah menjadi perkara sederhana yang mudah untuk dilakukan.

Untuk memulainya, galilah terus pelajaran tazkiyatunnafs dari para ulama, soal bagaimana menahan amarah. Ingatlah pada janji-janji Allah Ta’ala tentang besarnya ganjaran bagi orang-orang yang mampu menahan amarah.

BACA JUGA: Ini Dampak Negatif Jika Sering Memarahi Anak

Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ

“Barangsiapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan,” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanad-nya hasan)

Pada hadits yang lain, dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah ﷺ lantas bersabda,

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

“Janganlah engkau marah, maka bagimu surga,” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadits ini shahih lighairihi).

BACA JUGA: Tanda-Tanda Allah Marah dan Berpaling dari Hidup Kita

Dari hadits di atas, Rasulullah ﷺ menginformasikan pentingnya menahan amarah sebagai tiket untuk bisa masuk surga. Sebuah tiket dari amalan sederhana, yang proses untuk bisa mengerjakannya boleh jadi tidaklah sederhana.

Hadits terakhir sering diajarkan kepada anak-anak SD, bahkan kepada anak-anak PAUD atau TK. Dan tampaknya, kita yang sudah dewasa pun harus sering mengingat-ingat redaksi hadits yang sederhana itu untuk dipraktikkan.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here