India Cabut Subsidi Haji, Netizen: “Berita Bagus”

568
Minister of Minority Affairs Mukhtar Abbas Naqvi

Muslim Obsession – Subsidi haji bagi ribuan umat Islam yang melakukan ziarah haji setiap tahun mulai hari ini dibatalkan. Kebijakan ini dinilai sebuah langkah besar yang dilakukan pemerintah India.

Dilansir ndtv pada Rabu (18/1/2018), kebijakan ini juga berarti bahwa peziarah haji tidak akan lagi mendapatkan keuntungan seperti diskon tiket pesawat Air India, bantuan untuk mencapai terminal bandara keberangkatan Haji yang dirancang khusus dan bantuan makanan, perawatan medis dan penginapan juga tidak lagi tersedia untuk mereka.

“Subsidi itu akan kami alihkan untuk pendidikan perempuan,” tutur Minister of Minority Affairs Mukhtar Abbas Naqvi.

Warga India merespon berita itu lewat cuitan Twitter. Mayoritas netizen mendukung keputusan pemerintah. Beberapa menyebutnya sebagai ‘munculnya India baru’. Beberapa lain mengatakan bahwa keputusan ini dibutuhkan untuk kepentingan India yang memiliki bermacam agama.

Berikut adalah beberapa reaksi masyarakat India. Di mana, salah satu pengguna mengatakan ini adalah langkah menuju pemberdayaan perempuan.

“Pemerintah mengakhiri subsidi haji. Jumlah subsidi sekarang akan digunakan untuk mendidik anak perempuan Muslim. Langkah besar menuju pemberdayaan perempuan.”

“Pencabutan subsidi haji jika digunakan untuk pendidikan anak perempuan Muslim, pasti akan mengubah masa depan India. Karena gadis terdidik akan memastikan generasi penerus masa depan,” tulis pengguna lain.

Beberapa menginginkan langkah yang lebih kuat oleh pemerintah. “Tidak hanya subsidi haji, tapi semua subsidi yang diberikan pada Kasta/ Agama harus dihentikan,” tweet netizen. 

Beberapa pengguna Twitter mengatakan bahwa seharusnya tidak ada subsidi agama. “Subsidi dalam bentuk apapun untuk tujuan keagamaan. Jadilah #Hindu #Muslim #Christian #Jain #Budhisme semua harus sama #NoReligiousSubsidy #Hajsubsidyends #Hajj #Hajsubsidyends,” tulis netizen lain.

“Sesuai hukum Islam, seseorang harus melakukan haji dari penghasilannya sendiri, mendapat subsidi bertentangan dengan hukum Islam. Langkah bagus oleh pemerintah,” tulis pengguna lain. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here