Imam Shamsi Ali: Pernyataan Ketum PBNU Tak Menggambarkan Hikmah Seorang Pemimpin

2000
Presiden Nusantara Foundation Imam Shamsi Ali (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj yang menyebut jika imam masjid, khatib, dan menteri agama jika dipegang selain Nahdliyin, maka salah semua.

Menanggapi hal itu, Presiden Nusantara Foundation di New York AS, Imam Shamsi Ali mengatakan seharusnya pemimpin umat harus belajar lebih bijak, baik hal itu dalam kata dan prilaku, apalagi di saat umat berada dalam tingkatan emosi yang tinggi karena suasana politik.

“Pernyataan Ketum PBNU itu tidak menggambarkan “hikmah” seorang pemimpin organisasi Islam besar. Juga tidak mengggambarkan tingkatan intelektualitas yang baik,” ujarnya saat dihubungi Muslim Obsession, Rabu (30/1/2019).

Selain itu, Imam Shamsi Ali menyebut Indonesia adalah milik semua warga Indonesia, maka dari itu semuanya punya hak yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Biarkan bangsa ini professional dengan mengedepankan pertimbangan “kapabilitas” dan integritas ketimbang koneksi-koneksi emosional,” ungkapnya.

Sebelumya Said Aqil menyatakan warga NU mesti berperan dalam berbagai bidang di masyarakat. Salah satunya di bidang keagamaan. Jika tidak dipegang oleh warga NU maka menurut Said Aqil akan salah semua.

“Imam masjid, khatib, KUA (kantor urusan agama), harus dari NU. Kalau dipegang selain NU, salah semua,” kata Said.

Said kemudian menolak mencabut pernyataannya itu. Kritik untuk Said Aqil itu sebelumnya disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang menilai ucapan Said membahayakan umat dan tak memiliki akal sehat.

“Sekjen MUI minta saya mencabut ungkapan kemarin itu. Saya atau NU ini bukan bawahan majelis ulama. Jadi tidak ada hak perintah-perintah saya,” ujar Said saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan rapat koordinasi nasional Lembaga Dakwah NU di Bidakara, Jakarta, Senin (28/1/2019). (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here