Hikmah Rahmani: Indahnya Memaafkan

77

Oleh: Habib Abdul Rahman Al-Habsyi (Majelis Sahabat Iman)

Saudaraku yang mulia..

Ketahuilah, bahwa saat kita Menyimpan kebencian dalam hati pada seseorang, itu sama saja dengan melukai diri sendiri… Betapa sia-sia dan merana hidup kita,  jika hari-hari hanya dihiasi dendam yang tak berkesudahan.

Tiga hal yang  menghantarkan kita ke arena Mulia Dunia Akhirat:

  1. Memaafkan orang yang mendzalimimu
  2. Menyambung tali silaturahim terhadap orang yang memutuskannya
  3. Sabar ketika engkau diremehkan.

Lebaran, bagi umat Islam, dianggap sebagai momentum paling tepat untuk saling memaafkan. Dengan harapan kembali ke nilai-nilai yang Fitri.

Walaupun sejatinya saling memaafkan bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu bulan Syawwal.

Jika diri ini mudah memaafkan,  berarti sedang merangkai bingkai ketulusan dan keikhlasan.

Memaafkan adalah melapangkan, sedangkan memupuk dendam adalah menghancurkan. Memaafkan membawa Anda kepada kebahagiaan. Tidak memaafkan menarik Anda kepada kegelisahan.

Memaafkan menyucikan dan mencerahkan sedangkan melepaskan dendam mencemari hati dan melemahkan jiwa.

Memaafkan bisa saja tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, tetapi yakinlah, memaafkan akan memperbaiki keadaan dan mempermudah masa depan.

“Barangsiapa memaafkan kesalahan orang lain maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada Hari Kiamat,”  (HR Ahmad No-7122).

Ayooo…  Sempurnakan harimu nan Fitri dengan menghadirkan rasa maaf dan mencampakkan energi dendam.

Barokallah fiikum 🤗🤗

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here