Hikmah Rahmani: Biarkan Dia Menggonggong

54
Adu Argumen
Jawaban terbaik bagi orang yang merasa benar dalam berargumen adalah diam dan berpaling darinya.

Oleh: A. Rahman Al-Habsyi (Pembina Lembaga Dakwah dan Sosial Muslim NTT)

Menghadapi orang yang merasa paling benar tidak bisa lagi dengan argumen. Mungkin mereka tidak bisa membantah argumen kita, tapi mereka mulai memakai senjata cacian untuk memancing agar kita mengikuti pola kotor mereka.

Dan jawaban terbaik bagi orang seperti ini adalah diam dan berpaling darinya. “Tidak menjawab orang yang bodoh itu adalah sebuah jawaban”.

Baca sejarah para nabi, khususnya Nabi Muhammad Saw. Segala perkataan keji dilontarkan kepada para nabi tapi tidak ada balasan dari para nabi kecuali kebaikan dan keindahan. Karena penyeru tidak boleh masuk dalam dunia caci mencaci.

Bersabar dan berpaling dari orang yang mencaci kita memang bukan hal yang mudah, karenanya Allah berfirman kepada Rasulullah Saw.:

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْراً جَمِيلاً

“Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik,” (QS. Al-Muzzamil [73]: 10).

Allah Swt. berpesan untuk bersabar menghadapi mereka karena menahan diri untuk tidak membalas ejekan bukanlah hal yang mudah. Setelah itu tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

Cara ini lebih menyakitkan orang yang mencaci kita ketimbang kita membalasnya dengan cacian. Mengacuhkannya akan membuatnya merana.

Tujuan mereka memang untuk memancing kita masuk dalam arena caci mencaci. Teruslah berlalu dan tetaplah merintis kebaikan yang penuh salam (kedamaian).

 قَالَ العلاّمَة أَبَنَّ القِيَمُ رَحِمَهُ الله:” وَأَمَّا الجَاهِلُ المُقَلِّدُ فَلَا تُعَبَّأُ بِهِ، وَلَا يسُوءك سَبُّهُ وَتَكْفِيرُهُ وَتَضْلِيلُهِ، فَإِنَّهُ كَنَبَاحِ الكَلْبِ، فَلَا تَجْعَلُ لِلكَلْبِ عِنْدَكَ قَدْرًا أَنْ تَرُدَّ عَلَيْهِ كُلَّمَا نَبَحُّ عَلَيْكَ، وَدَعَهُ يَفْرَحُ بنابحه وَأُفْرَحُ أَنْتِ بِمَا فُضِّلْتُ بِهِ عَلَيْهِ مِنْ العِلْمِ وَالإِيمَانِ وَالهُدَى، وَأُجْعَلُ الإِعْرَاضَ عَنْهُ مَنْ بَعْضُ شَكَرَ نِعْمَةَ اللهِ الَّتِي سَاقَهَا إِلَيْكَ وَأَنْعَمَ بِهَا عَلَيْكَ “..-كِتَابُ الصَّوَاعِقِ المُرْسِلَةُ 3\1158

“Imâm Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullâhu berkata: Adapun orang yang bodoh lagi pembebek (muqollid), maka janganlah Anda dilelahkan karenanya dan terpengaruh oleh caciannya, tuduhan kafir dan vonis sesat olehnya. Karena sesungguhnya dia itu seperti gonggongan anjing. Maka jangan sampai Anda menjadikan anjing itu bernilai untuk dijawab. Tiap kali dia menggonggong kepada Anda, maka acuhkan dia niscaya Anda akan merasa gembira dengan gonggongannya. Bergembiralah atas keutamaan yang Anda miliki berupa ilmu, iman, dan petunjuk. Dan jadikanlah berpaling darinya sebagai bagian dari rasa syukur atas nikmat Allâh yang Allâh karuniakan dan anugerahkan kepada Anda,” (Kitab Ash-Showâiq Al-Mursalah III/1158).

Tetaplah bahagia dalam berbuat baik saudaraku. Barokallah Fiikum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here