Hidupkan Ramadhan, ADI Kirim Kafilah Dakwah ke Daerah Perbatasan

31
Direktur ADI Aceh Dr. Muhammad AR MEd menyerahkan secara simbolis Surat Tugas kepada perwakilan Kafilah Dakwah di Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar

Jakarta, Muslim Obsession – Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh kembali mengirimkan 22 mahasiswa terbaiknya yang tergabung dalam Kafilah Dakwah Ramadhan ke daerah-daerah perbatasan dan pedalaman Aceh.

Daerah tersebut diantaranya mencakup Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Simeulue.

Tujuan pengiriman mahasiswa binaan Dewan Dakwah Aceh pada kegiatan bertema “da’i menyapa perbatasan dan pedalaman Aceh” ini adalah untuk berdakwah dan menghidupkan Ramadhan di daerah-daerah yang masyarakatnya kurang mendapatkan dakwah dan pemahaman keislaman.

“Selama Ramadhan, di daerah tersebut mareka akan mengisinya dengan berbagai kegiatan. Di antaranya menjadi Imam shalat tarawih, khutbah jumat, ceramah Ramadhan, pelatihan TPA, pesantren kilat dan tahsin Al-Quran,” kata Direktur ADI Aceh Dr Muhamamd AR MEd, Rabu (16/5/2018)

Dosen UIN Ar-Raniry ini menjelaskan dai-dai yang dikirim ke perbatasan merupakan mahasiswa yang juga berasal dari daerah tersebut. Sehingga nantinya diharapkan setelah mareka selesai pendidikannya akan kembali untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dan berlanjut kepada masyarakat tempatan.

“Usai menyelesaikan pendidikan S1 dan S2, mareka akan kembali ke daerah asalnya itu untuk mengabdi dan berkhidmat kepada daerahnya. Sebab jika hanya mengandalkan da’i dari luar daerah, maka tidak akan dapat banyak memberikan kontribusi dikarenakan jarak tempuh yang jauh,” jelas Dr Muhamamad, sebagaimana rilis yang diterima Muslim Obsession, Rabu (16/5/2018).

Ia juga menambahkan, sebelumnya para mahasiswa itu telah mengikuti pembekalan di Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Ketua Panitia M Reza Adlani, S.Sos mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk melatih kemampuan dan mengaplikasikan ilmu yg sudah mereka dapatkan selama belajar di ADI Aceh.

“Karena pada hakikatnya ilmu tidak akan bermanfaat bila tidak disampaikan dan dipraktekkan langsung di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengkader par da’i dari daerah tersebut untuk kelanjutan dakwah di masa yang akan datang,” kata Reza.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA sangat mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Menurutnya, ini merupakan bentuk partisipasi dan keseriusan serta komitmen Dewan Dakwah Aceh dalam membantu pemerintah untuk mengawal daerah-daerah di perbatasan dan pedalaman Aceh dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dewan Dakwah Aceh sangat siap dan akan senantiasa bersama pemerintah Aceh untuk berdakwah di daerah perbatasan dan pedalaman Aceh itu yang juga merupakan daerah rawan akidah. Tentunya diperlukan juga kerja sama dari semua pihak terutama pemerintah Aceh untuk mengawalnya,” tutup Tgk Hasanuddin. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here