Hati-Hati! Setan Gunakan 4 Pintu untuk Goda Manusia, Apa Saja?

653
Ilustrasi.

Muslim Obsession – Setan punya sejuta cara untuk meruntuhkan iman manusia. Makhluk tercela ini menggoda manusia dari depan, belakang, samping, atas, dan bawah dengan variasi godaan yang luar biasa untuk menarik nafsu berbuat dosa.

Untuk menangkal masuknya godaan ke dalam hati, kita mesti mengetahui dari pintu mana saja setan masuk untuk menggoda manusia.

Setidaknya ada empat pintu yang diinformasikan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Badaa-i’ Al-Fawaid (2:816):

“Hendaknya menahan diri dari pandangan yang tak bisa terjaga, banyak bicara, banyak makan, dan banyak bergaul. Hal-hal ini merupakan empat pintu setan dalam menguasai manusia dan jalan setan mencapai tujuannya. Enggan menundukkan pandangan akan mengantarkan pada menganggap baik (istihsan), yang dilihat akan menancap dalam hati, pikiran pun akan sibuk membayangkannya, hingga berpikiran agar tercapai tujuan.”

Pintu pertama, setan masuk melalui pandangan yang tidak bisa dijaga. Mata adalah jendela hati. Jika ia digunakan untuk melihat kemaksiatan, maka perlahan-lahan hati seseorang akan dipenuhi dosa.

Islam memberikan perhatian khusus pada persoalan ini, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan hamba-hamba-Nya untuk senantiasa menjaga pandangan.

Misalnya dalam QS. An-Nuur ayat 30, Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya.”

Demikian juga Allah Ta’ala perintahkan para perempuan untuk menundukkan pandangan: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An-Nuur: 31)

Pintu kedua, setan masuk melalui perkataan yang tidak bisa dijaga. Ciri kategori ini salah satunya adalah banyak bicara. Karena semakin banyak bicara, maka semakin besar kemungkinan ia terperosok dalam kesalahan yang berakibat dosa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berkatalah yang baik, ataukah diam,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada hadits yang lain, Rasulullah ﷺ bersabda, “….Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka,” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu).

Pintu ketiga, setan senang menggoda manusia yang banyak makan. Perut yang dipenuhi makanan disebutkan sebagai tempat paling buruk di dalam tubuh manusia.

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya,” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Sebaliknya, kebaikan akan didapat dari orang-orang yang perutnya tidak dipenuhi banyak makanan. Orang-orang yang senang berpuasa akan terlatih jiwanya untuk selalu berada dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Manfaat dari sedikit makan bagi baiknya hati adalah hati akan semakin lembut, pemahaman semakin mantap, jiwa semakin tenang, hawa nafsu jelek tertahan, dan marah semakin terkendali. Hal ini berbeda dengan kondisi seseorang yang banyak makan.” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:469)

Pintu keempat, setan menggoda melalui pergaulan yang mengarah pada kemaksiatan. Umumnya, teman karib bisa menjadi tolok ukur seseorang. Pasalnya, seringkali seseorang akan terjebak dalam pergaulan yang diminati teman-temannya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Terkait ini, Ibnul Qayyim membagi pergaulan ke dalam beberapa jenis. Kita bisa memilihnya sebagai sarana taat dan beribadah kepada Allah Ta’ala.

Pertama, bergaul seperti orang yang membutuhkan makanan, terus dibutuhkan setiap waktu, contohnya adalah bergaul dengan para ulama.

Kedua, bergaul seperti orang yang membutuhkan obat, dibutuhkan ketika sakit saja, contohnya adalah bentuk muamalat, kerja sama, berdiskusi, atau berobat saat sakit.

Ketiga, bergaul yang malah mendapatkan penyakit, misalnya ada penyakit yang tidak dapat diobati, ada yang kena penyakit bentuk lapar, ada yang kena penyakit panas sehingga tak bisa berbicara.

Keempat, bergaul yang malah mendapatkan racun, contohnya adalah bergaul dengan ahli bid’ah dan orang sesat, serta orang yang menyesatkan yang lain dari jalan Allah yang menjadikan sunnah itu bid’ah atau bid’ah itu menjadi sunnah, menjadikan perbuatan baik sebagai kemungkaran dan sebaliknya.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing dan melindungi kita agar terhindar dari godaan setan. Aamiin. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here