Hampir 180 Orang Tewas di Ghouta Timur Damaskus

535

Muslim Obsession – Sebanyak hampir 180 orang tewas di Ghouta Timur Damaskus dalam dua minggu, seperti diberitakan Aljazeera, Sabtu (13/1/2018).

Sebanyak 51 anak-anak di antaranya tewas dalam 15 hari pada serangan udara Suriah dan Rusia, khususnya di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Sedangkan jumlah orang yang terbunuh di pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, telah mencapai 179 orang setelah pemboman pemerintah dan pemboman Rusia selama lebih dari dua minggu.

Kabar ini disampaikan atas pengamatan Observatorium Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Pasukan pemerintah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia memulai sebuah kampanye untuk merebut wilayah yang dikuasai pemberontak pada 29 Desember. Dengan mengandalkan serangan artileri dan serangan udara.

SOHR mengabarkan, pada hari Jumat (12/1/2018) mereka yang tewas dalam pertempuran, terakhir mancakup 51 anak dan 38 wanita.

Aktivis Suriah di media sosial telah mengunggah foto-foto dari Ghouta Timur, yang menggambarkan anak-anak yang ditarik keluar dan terluka parah akibat gundukan reruntuhan.

Pihak Aljazeera sendiri belum memverifikasi foto-foto tersebut. Perlu diketahui, wilayah Ghouta Timur telah dikepung oleh pasukan pro-pemerintah sejak 2013. Di mana wilayah itu merupakan tempat tinggal bagi 400.000 penduduk.

Pengepungan selama empat tahun ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang tinggi, dengan kekurangan makanan dan krisis obat-obatan.

November lalu, utusan khusus PBB untuk Suriah, Jan Egeland menyebut situasi di daerah tersebut sebagai sebuah “bencana buatan manusia” dan memperingatkan bahwa banyak penduduknya “kekurangan gizi akut” dan hampir sekarat.

Kekerasan di Ghouta Timur bertepatan dengan serangan pemerintah di provinsi utara Idlib. Diperkirakan sekitar 280.000 orang telah melarikan diri dari pertempuran.

PBB khawatir saat serangan pemerintah meningkat. Seperti di bagian timur Damaskus, pemerintah Suriah berusaha untuk mengusir berbagai kelompok pemberontak.

Idlib menjadi salah satu benteng terakhir yang tersisa. Wilayah ini terletak di salah satu zona de-eskalasi yang dibatasi oleh Rusia, Iran, dan Turki, dimana pertempuran diperkirakan akan berakhir.

Perang Saudara Suriah telah mengamuk sejak 2011, diklaim hampir setengah juta orang tewas. Sedangkan jutaan lain yang masih bertahan, mengungsi ke negara-negara tetangga dan Eropa. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here