Hakim Tinggi NTB Apresiasi Kegiatan Dakwah Parmusi

214

Mataram, Muslim Obsession – Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Mas’ud SH, MH menghadiri acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Provinsi NTB di Kota Mataram, Sabtu (29/2/2020). Ia pun memberikan apresiasi dengan kegiatan Parmusi yang fokus dalam kegiatan dakwah.

Mas’ud mengatakan, awalnya ia mengenal Parmusi memang sebagai partai politik. Namun saat ini Parmusi sudah menjadi Ormas, dan fokus pada pembinaan umat melalui gerakan dakwah. Bagi Mas’ud, langkah Parmusi saat ini sudah tepat. Karena dakwah sampai kapan pun akan tetap dibutuhkan oleh umat manusia.

“Saya kira bagus ya, ruh perjuangan yang sekarang diusung Parmusi karena sampai kapan pun dakwah itu tetap dibutuhkan Manusia, sejak kita belum lahir sampai nanti kita meninggal dakwah akan tetap ada,” ujarnya.

Ia tertarik dengan Paradigma Parmusi sebagai Connecting Muslim, karena dengan begitu Parmusi berusaha merangkul semua lapisan masyarakat sehingga bisa menjadikan Islam semakin kuat dengan ikatan persaudaraan. Ia pun berharap Parmusi bisa berkembang lebih besar di NTB dengan kegiatan dakwahnya.

“Insya Allah kalau pendekatanya dakwah bisa mudah diterima masyarakat, dan Parmusi bisa berkembang lebih besar di NTB,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Wilayah Parmusi NTB Muhammad mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk pengurus daerah di seluruh kabupaten yang ada di NTB. Dengan merekrut para Dai sebagai pengurus, maka kegiatan Parmusi fokus melakukan pembinaan umat melalui sarana dakwah.

“Kita terus melakukan penguatan dakwah dengan melatih para dai agar punya militansi yang kuat. Kita bersyukur kemarin waktu ada Jambore 5000 Dai Parmusi di Cibodas, ada satu dai kita yang menang lomba Tahfiz dan dikasih hadiah umrah. Itu bentuk komitmen kita,” ujar Muhammad.

Dalam kepengurusannya saat ini, pihaknya juga membuka peluang kepada semua umat Islam untuk bergabung bersama Parmusi. Karena Parmusi ingin menjadikan persaudaraan Islam semakin kuat, sehingga butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak.

“Saya bersyukur Muswil ini dihadiri oleh Para tokoh Ormas Islam, para pejabat, politisi, anggota DPRD Provinsi, akademisi, dari para guru, dosen dan juga para santri,” tuturnya.

Namun ia menyampaikan permohonan maaf kepada para tamu undangan karena Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam berhalangan hadir. Ketua Umum kata dia, sejatinya sangat ingin sekali hadir ke lokasi untuk membuka Muswil. Bahkan tiket pesawat, hotel, mobil semua sudah disiapkan.

“Tapi kebetulan malam dini hari tadi saya dikabari Pak Ketum sakit muntah-muntah dan harus istirahat karena kegiatannya yang padat. Jadi niat untuk ke Lombok diurungkan. Demi kebaikan bersama, Pak Ketum juga menyampaikan permohonan maaf,” paparnya.

Muswil kemudian dibuka sendiri oleh Muhammad, dan dia mengajak kepada semua tamu undangan untuk mendoakan kesembuhan Ketua Umum Parmusi dengan membaca Surat Alfatihah. Dan ia berharap dalam waktu dekat Usamah bisa datang ke Lombok, untuk melihat perkembangan dakwah di kota seribu masjid itu. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here