Gus Mus: Berhentilah Membakar Emosi dan Bendera

929
Gus Mus
KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Foto Instagram Gus Mus @S.Kakung)

Jakarta, Muslim Obsession – KH. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus ini ikut prihatin dengan umat Islam yang tidak hentinya bertengkar terkait kasus pembakaran Bendera kalimat Tauhid yang dilakukan kalangan Banser di Garut, Jawa Barat beberapa hari lalu.

Menurut Gus Mus, umat semestinya tak lagi ribut dengan insiden ini. Pelakunya sudah minta maaf, proses hukum juga sudah berjalan. Hendaknya kata Gus Mus, semua pihak menahan diri.

“Yang khilaf sudah menyadari kekhilafannya dan sudah minta maaf. Duduk perkaranya sudah dijelaskan oleh pihak-pihak yang selayaknya menjelaskan. Penegak hukum sudah bergerak melaksanakan apa yang menjadi tugasnya. Apalagi?” kata Gus Mus dalam akun instagramnya, @S.Kakung, Kamis (25/10/2018).

Kiai yang banyak disegani masyarakat ini meminta masyarakat tidak perlu terpancing emosinya secara berlebihan, tidak melakukan hal-hal yang bisa memperkeruh suasana. Keutuhan bangsa harus dijaga.

“Sekarang berhentilah membakar-bakar yang tidak enak dibakar. Termasuk membakar emosi dan bendera. Nyamankan negeri kita bersama dan marilah berjamaah mencari ridaNya,” pinta Gus Mus.

Diketahui peristiwa pembakaran bendera itu terjadi dalam perayaan Hari Santri Nasional di Garut pada Senin, (22/10). Video aksi pembakaran menyebar dengan cepat melalui media sosial sehingga memicu gelombang protes karena dianggap melecehkan kalimat tauhid.

Kejadian itu berawal saat sebelum dilaksanakannya Hari Santri Nasional, semua santri di wilayah Kecamatan Limbangan, Garut, menandatangani perjanjian untuk melaksanakan perayaan Hari Santri Nasional dengan damai.

FPI, Persis, NU, Muhammadiyah dan lainnya sepakat dan tanda tangan di atas materai Rp6.000 agar jangan mengibarkan bendera selain Merah Putih. Lalu semua ormas meneken perjanjian itu. Semua berjalan lancar.

Namun setelah menyanyikan lagu Hubul Wathan saat sesi hiburan, tiba-tiba ada peserta yang menaikkan bendera arroyah yang diduga kerap digunakan oleh Ormas terlarang HTI. Akhirnya bendara diturunkan dan dibakar. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here