Gus Miftah: Medsos Kita Akan Bersaksi di Hari Akhirat Nanti

946
KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

Jakarta, Muslim Obsession – Ustadz nyentrik Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah dalam satu ceramahnya mengatakan bahwa jika pada masa zaman Nabi dakwah dilakukan dengan cara lisan, kemudian di zaman Usman dengan cara tulisan dan di zaman wali dengan pendekatan budaya, maka sekarang dakwah dilakukan lewat media sosial.

“Maka kemudian saya menawarkan teknologi dakwah. Di zaman Rasulullah bil lisan, di zaman Usman bil qalam, di zaman para wali dengan budaya. Sekarang dakwahnya lewat apa? Bil medsos,” kata Gus Miftah, seperti dikutip dari Instagram pribadinya @gusmiftah, Kamis (15/8/2019).

Gus Miftah lalu menyitir Al-Quran surah Yasin, Ayat 65;

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasin: 65).

“Waktu itu saya mikir, kenapa yang berbicara itu tangan, kenapa mulut dikunci? Ko yang berbicara setelah mulut adalah tangan? Karena hari ini, orang banyak berbuat dosa dari tangannya. Mencela, memaki, menghina orang melalui tangannya, melalui media sosial, post dan lain sebagainya,” jelasnya.

Gus Miftah mengingatkan kaum muslim untuk sama-sama berdakwah. “Yuk, ini dakwah kita, orang-orang ahli sunah. Keindahan ahli sunah wal jamaah annahdiyah akan semakin berkembang manakala kita memaksimalkan potensi-potensi dakwah melalui media sosial,” terangnya.

Menurutnya dakwah itu bukan profesi, namun apapun profesinya harus berdakwah.

“Kalian bisa kok dakwah dengan medsosmu, posting atau repost nasehat-nasehat yang bagus dari para ustadz, kyai, ulama. Posting segala sesuatu didasarkan pada nilai manfaat, meminimalisir madhorot. Komment status orang yang baik, kritik boleh dengan cara yang baik pula,” tulis Gus Miftah.

Jangan sebaliknya, medsos hanya jadi media untuk mencaci, menghina, meghujat, mencela tanpa memberikan nilai manfaat sedikitpun.

“Ingat loh medsos pun akan ada pertanggung jawabannya baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia jelas…. ada undang-undang bagi penyebar hoax, ujaran kebencian, undang-undang IT dan lain-lain. Jangan telat mikir…… giliran sudah ditangkap polisi nangis……. aku khilaaaaaaaf😂. Bro penyesalan itu pasti di belakang, karena kalau didepan namaya pendaftaran!!! Di akhirat apalagi….. duh serem brooo!” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here