Gus Baha: Yang Bertanya Tuhan Sedang Apa? Itu Pikiran Setan

162
Gus Baha. (Foto: Santri Gayeng)

Jakarta, Muslim Obsession – KH. Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengatakan, alam semesta ini menjadi bukti sangat nyata bahwa Allah SWT itu ada. Karena tidak mungkin alam sementara ini ada dengan sendirinya, pasti ada yang menciptakan, Dialah Allah SWT.

Allah adalah yang awal dan yang akhir, berpikir tentang Allah kata Gus Baha cukup dengan mengenal sifat-sifatnya. Jangan sampai berpikir zatNya karena manusia tidak akan mampu menjangkau sesuatu yang tak terbatas. Pikiran seperti itu kata Gus Baha adalah pikiran setan.

“Setan berharap manusia itu mendiskusikan tentang Tuhan, makanya ada sebuah riwayat, dan apabila kalian ingin selamat bisa mengikuti riwayat ini,” kata Gus Baha seperti dalam akun YouTube hai Production, Senin (24/8).

“Kamu berpikir saja bukti bahwa Allah itu ada, jangan berpikir tentang Allah, kalau kamu berpikir tentang Allah jadi rusak,” tutur Gus Baha menambahkan.

Cukuplah kata Gus Baha, merasakan dan mensyukuri nikmat dari Allah. “Makanya kalau ingat Allah itu dipahami, Alhamdulillah dikasih makan, minum, dikasih hidup. Jangan ingat Allah, terus berpikir Allah sedang apa ini?” Lanjutnya.

Kemudian ia menceritakan sebuah kisah bahwa khalifah Harun Ar Rasyid itu pernah merasa janggal, dia bertanya Allah dimana? Sedang apa? Bahkan yang bisa menjawab akan diberikan hadiah.

Semua ulama tidak ada yang berani jawab, namun Abu Nawas tiba-tiba muncul dan berani menjawab pertanyaan Harun Ar Rasyid. Kata Abu Nawas:

“Saya bisa jawab, tapi ada syaratnya!” Katanya.

Lalu Harun Ar Rasyid bertanya “apa syaratnya?”

Kemudian Abu Nawas menjawab “Saya duduk di singgasana, Anda yang di bawah,”

“Akhirnya nurutlah si Rasyid, karena saking tersiksanya tentang Allah sekarang sedang apa?” kata Gus Baha.

Selepas menduduki singgasana, lantas Abu Nawas barkata “Allah sekarang sedang mengangkat Abu Nawas jadi raja, dan kamu dari raja menjadi rakyat,” kata Abu Nawas.

Harun rasyid marah, tapi dia tidak bisa membantah. “Maka karena kita nggak pernah tahu, cukup bilang Allahuakbar atau Subhannallah dan mengingat-ingat nikmat yang sudah ada,” kata Gus Baha.

“Kalau kamu ngeluh terhadap apa yang diciptakan Tuhan, berarti kamu melawan Tuhan kan? Siapa yang tidak ridho dengan qada dan qadar disuruh mencari Tuhan yang lain.”

“Para Nabi terdahulu juga menerangkan, Allah itu bisa dikenali lewat makhlukNya, kalau ada makhluk berarti ada yang buatnya,” lanjutnya.

“Tapi setan terus menggoda kita, merayu supaya membicarakan, lalu Allah sendiri itu dari apa? Dimana? Sedang apa? Macam-macam,” katanya.

“Manusia memang diberi keterbatasan untuk mengetahui segalanya tentang Tuhan. Daripada sibuk mencari tahu tentang semuanya, alangkah baiknya jikalau kita mensyukuri ciptaan dan kuasaNya,” pungkasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here