Gus Baha: Jangan Terlalu Banyak Berdoa

169
Gus Baha.

Jakarta, Muslim Obsession – KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyatakan, dirinya tidak senang terlalu banyak berdoa. Bukan berarti dirinya tidak membutuhkan Allah SWT. Namun Gus Baha mengaku lebih senang memuji atau memberikan pujian kepada Allah.

“Doa itu jarang-jarang saja, tetapi imannya yang dijaga. Kita dapat rahmat-nya Allah itu sebelum mengenal apa itu berdoa,” ujar Gus Baha dalam video singkat yang diunggah akun Instagram @santrigayeng.

“Kalau saya ini justru lebih banyak memuji Pangeran (Allah) baru terakhir doa sedikit aja. Kalau kalian kan kebalik sedikit memuji mintanya banyak,” ucap Gus Baha menambahkan.

Ulama kharismatik ini menyatakan, terkadang jika iman lemah dan hati tidak siap dengan ketentuan Allah, orang ini gampang kecewa ketika doa itu tidak terkabul. Apalagi kalau sudah mulai merasa banyak ibadah dan melakukan amal shalih. Menurutnya ini cilaka.

Karena itu, menurut Gus Baha ada baiknya manusia berdoa tapi tidak berharap dikabulkan. “Sudah kita pasrahkan seutuhkan kepada Allah, tanpa harus menuntut,” ucapnya.

Kiai yang berasal dari Kragan-Rembang tersebut mewanti-wanti supaya jangan sampai kita berdoa tetapi masih diliputi rasa tidak percaya (iman) dengan kebahagiaan yang sudah disediakan Allah. Menurutnya, jika hidup adalah mencari kebahagiaan, maka seharusnya kita semua bisa mencontoh anak kecil.

“Anak kecil itu sebelum kenal dengan banyak hal selalu bahagia. Padahal mereka belum bisa berdoa. Kenapa kok bisa begitu? Karena begitulah konsep rahmat atau kasih sayang Allah,” tuturnya.

Lantas mengapa kok ‘bahagia’ yang sederhana seperti itu berubah saat kita tua? Gus Baha menjelaskan semua itu dipengaruhi oleh rasa iman kita yang selalu bergantung pada profesi, bukan pada Dzat Yang Maha Memberi kebahagiaan.

“Makanya jangan jadi PNS yang membuatmu kafir, jadi guru yang membuatmu kafir, setelah jadi pedagang malah jadi kafir. Kalian jadi kufur tidak percaya dengan nikmat Allah,” tandasnya.

“Bukannya kafir yang nonmuslim, bukan. Tapi seperti tadi, sebelum kenal dagang, sudah bisa bahagia, sebelum jadi PNS, sudah bisa bahagia, sebelum jadi mubalig, juga sudah bisa bahagia,” terang Gus Baha dengan gaya kelakar yang khas. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here