Filipina Berburu Sertifikat Halal

551
Cap Halal (Foto: Istimewa)

Manila, Muslim Obesssion – Eksportir Filipina ke negara-negara Islam tertentu mungkin perlu memperkuat protokol sertifikasi mereka. Apalagi, kebanyakan negara-negara Timur Tengah dilaporkan berencana untuk meminta identifikasi produk halal, sebelum masuk ke daftar impor.

Oleh sebab itu, dalam konferensi pers pada Kamis (19/7/2018) waktu setempat, Direktur Manajemen Ekspor (EMB) Senen Perlada mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Filipina yang mengekspor ke negara-negara Islam akan mendapatkan keuntungan, hanya apabila produk mereka mendapatkan sertifikat halal.

“Ada negara-negara Islam tertentu yang berencana untuk menyaring produk importir yang halal atau tidak halal. Sehingga, mereka dapat memiliki dasar untuk memutuskan apakah mereka akan mengizinkan masuknya produk-produk tersebut atau tidak,” kata Perlada, sebagaimana dilansir Philippine News Agency, Jumat (20/7/2018).

Meskipun, Perlada mengakui untuk memiliki sertifikasi dan akreditasi halal yang lebih kuat di luar negeri cukup rumit. Misalnya, eksportir Filipina ke negara Islam harus mendapatkan sertifikasi halal dari badan sertifikasi yang diakreditasi oleh Biro Akreditasi Filipina (PAB), yang harus diakui oleh otoritas akreditasi negara Islam tertentu.

Sejalan dengan ini, PAB dan Otoritas Uni Emirat Arab-Emirat untuk Standarisasi dan Metrologi (UAE-ESMA) menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk memfasilitasi sertifikasi halal untuk eksportir Filipina ke UEA.

Berdasarkan nota kesepahaman (MOU), badan sertifikasi halal yang akan diakreditasi oleh PAB secara otomatis diakui oleh UEA. Direktur Jenderal UAE-ESMA Abdulla Abdelqader Al Maeeni mencatat bahwa MOU dengan PAB juga mengurangi hambatan teknis bagi para eksportir Filipina yang mengamati pasar UEA. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here