Fenomena Childfree, Menikah Tapi Tak Mau Punya Anak, Bagaimana Menurut Islam?

164
Keluarga Muslim (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)

Muslim Obsession – Influencer Gita Savitri kini tengah disorot setelah mengaku sepakat dengan suami untuk melakukan childfree alias enggan memiliki anak.

Menurutnya, memiliki anak atau tidak adalah pilihan dan keputusan hidup, bukan sebuah kewajiban.

Tentu hal ini menimbulkan kontroversi, apalagi dalam sebuah riwayat disebutkan:

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu di hadapan para Nabi nanti pada hari kiamat.” (Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik)

Lalu bagaimana para ulama menanggapi childfree?

Ustadz Salim A Fillah, dalam hal ini mengatakan bahwa pemahaman yang baik terhadap tujuan pernikahan dalam agama Islam, pasti tidak akan menjadikan kita berpemahaman childfree.

“Kenapa? karena ini bukan cuma urusan dunia. Wah saya dengan adanya anak repot, ngurus ini ngurus itu. Itu perspektif dunia yang tidak diatur nilai-nilai agama,” jelasnya melalui siaran Youtube.

Tapi dalam Islam, menurut Ustadz Salim, kita membayangkan doanya anak-anak kita itu membuat Allah mengampuni kita.

Allahummagfirlii dzunubi wa liwalidaiyya warhamhuma kamaa rabbayani shagira. Bayangkan, tanpa doa itu bagaimana kelak kita di hadapan Allah. Tanpa doa dari anak-anak kita, sedangkan mereka sumber pahala yang tidak pernah putus,” ungkapnya.

Sementara itu, alih-alih childfree, Ustadz Khalid Basalamah menganjurkan bahwa kita justru harus memohon anak atau keturunan.

“Kata baginda Nabi Saw. Janganlah salah seorang di antara kalian meninggalkan usaha untuk mendapatkan anak. Sebab bila dia meninggal dunia tanpa memiliki anak, maka terputuslah namanya. Enggak dikenang lagi. Jadi dalam Islam, motivasi untuk menikah dan mempunyai anak itu besar sekali,” jelasnya.

Senada dengan kedua ulama tersebut di atas, Buya Yahya juga menilai keutamaan memiliki anak dalam sebuah pernikahan.

“Dalam pernikahan itu selalu rindu punya anak. Jika ada yang menunda kehamilan hanya karena takut tidak bisa membiayai anaknya itu yang haram. Yang tidak dibenarkan ialah orang menghindar dari kehamilan karena takut tidak bisa diberi makan,” beber Buya.

Fitrahnya makhluk bernyawa itu memiliki keturunan. Biarpun tidak pernah sekolah, biarpun dia adalah binatang.

“Jadi keinginan dan kerinduan memiliki keturunan ada pada binatang sekalipun, pada manusia apalagi. Semua manusia yang masih sehat fitrahnya, ia akan merindukan keturunan. Maka jika ada kelompok-kelompok yang berpikiran childfree, maka ia harus banyak didoakan dan diingatkan,” pungkas Buya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here