Dua Nikmat Allah yang Disepelekan

184
Ilustrasi: Melaksanakan shalat.

Muslim Obsession – Ada dua nikmat yang seringkali disepelekan kebanyakan orang. Dua nikmat ini umumnya dipandang remeh-temeh, padahal ketika hilang salah satunya atau keduanya, orang tersebut pasti akan menyesal.

Dua nikmat tersebut adalah sehat dan waktu luang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan hal ini melalui haditsnya:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang,” (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas).

Setiap orang memiliki keduanya. Hanya saja, seringkali kita lalai menggunakan keduanya untuk melaksanakan  ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Ada orang yang fisiknya sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang. Entah karena ia sibuk bekerja atau ada kegiatan yang padat.

Ada juga yang memiliki waktu luang, namun ia terbaring sakit. Alhasil ia tak bisa melakukan aktivitas. Sekalipun bisa melakukannya, hampir dipastikan tidak akan maksimal.

Sementara ada juga orang yang tidak memiliki waktu luang dan ia pun tidak sehat fisiknya atau sakit. Inilah orang yang merugi karena untuk ibadah sekalipun ia lalai ditambah kondisi fisiknya yang sakit.

Orang yang beruntung adalah mereka yang bisa memanfaatkan kesehatan dan waktu luangnya sekaligus dalam ketaatan kepada Allah. Bukan sebaliknya, memanfaatkan sehat dan waktu luang untuk bermaksiat.

Ibnul Jauzi mengatakan, “Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

“Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti. Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan,” demikian nasihat Ibnul Jauzi.

Lalu, bagaimana dengan kita? Semoga nikmat sehat dan waktu luang yang Allah berikan dapat menjadi modal untuk meraih nikmat dalam beribadah, sehingga Allah meridhainya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here