Dosa

889
Ustadz Salim A Fillah.
Ustadz Salim A Fillah.

Jakarta, Muslim Obsession – Menurut Ustadz Salim A Fillah, yang membuat seorang terhina itu, terutama bukanlah kesalahannya, melainkan ketaksediaanya untuk mengaku keliru, memohon ampun, dan memperbaiki keadaan. Itulah mengapa pengakuan kesalahan justru diabadikan Al-Quran sebagai doa terindah.

“Dosa bisa bermakna dan berharga, jika menuntun pada taubat dan kedekatan denganNya. Ibadah bisa berbahaya, jika menyusupkan angkuh ke dalam dada. Adam bermaksiat lalu bertaubat, dan Allah mengampuninya. Iblis taat, lalu tinggi hati dan merasa lebih, maka Allah mengutuk ia selamanya,” tulis Ustadz Salim A Fillah, seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya @salimafillah, Senin (23/9/2019).

Dosa, pada suatu makna, masih menurut Ustadz Salim A Fillah adalah tanda cinta Allah untuk memanggil seseorang kembali pada-Nya. Penulis buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim ini menyitir salah satu hadits Muslim:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Artinya: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan mendatangkan suatu kaum yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka,” (HR. Muslim).

Ustadz Salim melanjutkan, mengakui dosa, melahirkan kerendahan hati. Ia mengajari kita untuk tak membantu syaitan, ketika saudara kita jatuh dalam dosa.

Jangan menjadi pembantu syaitan bagi saudaramu”, demikian Nabi  ﷺ bersabda pula. Bagaimanakah itu? ‘Yaitu ketika dia jatuh ke dalam dosa lalu kalian membuatnya putus asa dari rahmat Allah.’ Maka pada pendosa yang niat taubatnya mengintip malu, beri tepukan semangat di bahu. Bisikkan, ‘Ayo saudaraku, keshalihanmu dirindu!” lanjutnya.

Dosa juga meninggalkan tanda. Orang beriman dan berhati jernih mungkin merasakannya hingga kadang hubungan dengan seseorang jadi ikut terluka. Dosa membuka pintu untuk terjadinya dosa yang lain. Setiap dosa melahirkan kebas hati yang membuat rasa bersalah makin tipis.

Dosa mengungkung nurani hingga membuat kita kadang salah menafsir suara hati. Dosa menghalangi jalur rizqi seperti kerak-kerak lemak menghalangi aliran darah. Istighfar dan air mata yang akan mengikisnya.

“Akhirnya; ‘Jika masih terasa gelap dalam dada ketika kau berdosa’, ujar Al Imam Ibn Al Jauzi, ‘Maka berbahagialah. Itu tandanya masih ada cahaya di sana.’ Jangan berputus asa dari-Nya,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here