Dompet Dhuafa Gandeng UNHCR untuk Perlindungan Kemanusiaan

422
DD-UNHCR
Penandatanganan kerja sama Dompet Dhuafa dan UNHCR, Rabu (7/3/2018).

Jakarta, Muslim Obsession – Menandai 25 tahun berkiprah di dunia kemanusiaan, Dompet Dhuafa menggandeng UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) untuk bersinergi meningkatkan upaya perlindungan kemanusiaan.

Komitmen dibuktikan kedua belah pihak dengan penandatanganan surat kesepahaman pada Rabu (7/3/2018), di Tebet, Jakarta Selatan. Penandatanganan surat kesepahaman diwakili oleh Sabeth Abilawa (Direktur Program Dompet Dhuafa) dan Thomas Vargas (Representatif UNHCR di Indonesia).

Dalam rilis yang diterima Muslim Obsession, Kamis (8/3/2018), Thomas Vargas mengatakan bahwa nilai utama sinergitas ini adalah untuk mereka yang sedang mengungsi. Lebih khusus anak-anak yang mesti tetap mendapatkan kesempatan pendidikan agar mampu mengembangkan wawasan dan keterampilannya kelak. Hal ini juga bisa bermanfaat untuk pengungsi remaja hingga dewasa.

“Kami sangat bangga bekerja sama dengan Dompet Dhuafa karena kami telah banyak melihat komitmen pemberdayaan dan kebaikan jangka panjang secara luas yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa, salah satunya adalah program Institut Kemandirian dan RS. Rumah Sehat Terpadu,” ujar Thomas.

Sebelumnya Dompet Dhuafa telah menjalankan program-program terkait untuk menangani bantuan para pengungsi di Indonesia. Sabeth Abilawa mengungkapkan, hal ini adalah pembuka gerbang kebaikan dan konsistensi sinergi dari Dompet Dhuafa.

“Ini akan menciptakan kemungkinan-kemungkinan manfaat baru bagi banyak pihak dalam jangka panjang. Tidak hanya pendidikan untuk anak-anak pengungsi, tetapi keterampilan yang memiliki benefit hingga tingkat dewasa,” ungkap Sabeth.

Di sela-sela rangkaian kegiatan tersebut, Tim Dompet Dhuafa dan UNHCR berkesempatan untuk mengunjungi dan mengikuti kegiatan belajar-mengajar bersama anak-anak pengungsi. Di antaranya terdapat Abdul (12) dari Somalia, Mustazam (12) dari Afghanistan, Sabrina (10) dari Rohingya, dan Ikram (8) dari Ethiopia.

Para pengungsi mengaku senang dengan kesempatan belajar tersebut, ditambah suasana yang lebih ceria dengan permainan kecil disela-sela aktifitas pelajaran. “Saya senang pelajaran Sains. Disini saya mendapat banyak teman dan kami juga sekarang sudah lancar Bahasa Indonesia,” kata Abdul.

Pada tahun 2017 terdapat sekitar 14.000 jiwa pengungsi lintas negara di Indonesia. Konflik dunia membuat mereka terpaksa mencari tempat atau negara yang dirasa lebih aman bagi mereka. Hal ini membuat kehidupan para pengungsi bergantung pada bantuan dari keluarga asalnya atau bantuan dari lembaga-lembaga kemanusiaan karena akses berpindah tempat, bekerja, atau pendidikan yang terbatas.

Selama 25 tahun Dompet Dhuafa sudah berkiprah di dunia kemanusiaan dengan menyambangi negara-negara dilanda bencana, baik bencana alam maupun kemanusiaan. Selama itu pula Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here