Cuaca Panas di Arab Saudi, Petugas Layanan Transportasi Harus Kuat

420

Cirebon, Muslim Obsession – Suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai 42 derajat. Diperkirakan pada pelaksanaan haji 1440H/2019M bisa mencapai 50 derajat. Tahun ini bertepatan dengan musim panas.

Cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi petugas layanan transportasi haji, utamanya layanan bus shalawat atau bus pengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram, pergi- pulang.

Titik-titik tugas mereka berada di pemberhentian bus yang tidak dilengkapi tempat berteduh, demi memberikan layanan kepada jemaah.

Sri Ilham Lubis selaku Direktur Layanan Haji Luar Negeri mengatakan pemberhentian bus di Makkah berbeda dengan halte di Jakarta.

Di Makkah, pemberhentian layanan transportasi hanya berupa bendera Merah Putih. Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 56 halte dan tiga terminal bus shalawat di Makkah.

“Mental petugas layanan transportasi haji tahun ini harus lebih kuat dan tangguh. Cuaca yang sangat panas, serta jumlah jemaah yang bertambah, menjadi tantangan petugas untuk memberikan layanan terbaik. Apalagi, jumlah petugas sama dengan tahun lalu,” kata Sri Ilham, seperti dilansir dari Kemenag, Rabu (26/6/2019).

Sri Ilham menuturkan, layanan bus shalawat akan diberikan kepada semua jemaah. Tahun sebelumnya, hanya 91% jemaah. Dan layanan bus ini akan dilakukan selama 24 jam.

“Sehingga jemaah tidak perlu khawatir akan tidak adanya bus. Hanya saja, untuk menghindari kepadatan, jemaah diimbau untuk berangkat ke Masjidil Haram lebih awal satu sampai dua jam sebelum waktu shalat. Begitu juga saat akan kembali ke hotel, diharapkan tidak bersamaan, tapi menunggu satu atau dua jam usai salat jemaah,” lanjutnya.

Selain shalawat, jemaah haji Indonesia selama di Arab Saudi juga mendapat layanan transportasi antar kota perhajian (Madinah-Makkah-Jeddah atau Jeddah-Makkah-Madinah) dan masyair (Arafah-Muszdalifah-Mina). Sebagaimana shalawat, layanan antarkota perhajian dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Sedang layanan transportasi Masyair dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Sebagai panduan petugas dan jemaah, PPIH Arab Saudi telah menerbitkan Buku Saku Peta Layanan Transportasi Haji,” pungkasnya. (Way)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here