Ciptakan SDM Unggul, UGM Jalin Kerja Sama dengan Lebih Dari 400 Universitas Terkemuka di Dunia

147
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. (Foto: ugm)

Yogyakarta, Muslim Obsession – Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah melakukan kerja sama dengan lebih 400 universitas bereputasi tinggi dari berbagai belahan dunia.

Upaya ini dilakukan untuk menjalankan mandat sebagai penyelenggar pendidikan tinggi yang bermutu dan berkualitas agar bisa menghasilkan lulusan dan pemimpin yang unggul dalam bidangnya.

“Kita sudah kerja sama dengan lebih 400 universitas bereputasi tinggi dari berbagai belahan dunia dan kerja sama ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh unit kerja mendukung keberhasilan UGM melaksanakan mandat universitas untuk menghasilkan lulusan dan calon pemimpin yang unggul,” kata Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., saat menjadi pembina upacara HUT Kemerdekaan ke-76 RI di halaman Balairung, Selasa (17/8/2021).

Disiarkan website resmi UGM, beberapa universitas ternama yang masih aktif menjalin kerja sama dengan UGM di antaranya adalah Universitas Groningen dan universitas Leiden Belanda, Michigan State University Amerika Serikat, Universitas Freiburg dan universitas Cologne, Jerman,  universitas Birmingham, Inggris dan universitas Kyoto, Jepang.

Rektor UGM mengungkapkan, banyaknya kerja sama ini diharapkan semakin mendukung program pemerintah yang saat ini fokus pada pembangunan SDM unggul dan tangguh sebagai kunci keberhasilan pembangunan Indonesia ke depan.

“Sangat tepat jika saat ini pemerintah menetapkan pembangunan SDM unggul sebagai prioritas sebagai kunci pembangunan Indonesia. Pemerintah telah merumuskan kriteria SDM unggul itu memiliki berbudi pekerti luhur, berkarakter kuat, jujur, berideologi Indonesia, berakhlak mulia, bekerja keras berdedikasi, keterampilan serta penguasaan pengetahuan masa kini dan masa depan,” jelas Prof. Panut.

Soal unggul dan berkarakter dari kriteria SDM tangguh dan unggul ini, menurutnya, harus melalui pendidikan yang baik dan sesuai dengan zamannya. Apalagi diperkirakan tahun 2025 sebanyak 85 juta pekerjaan tergeser antara manusia dan mesin dengan double disrupsi dan otomatisasi kerja terus berlanjut di masa pandemi sekarang ini.

“Kita harus memiliki SDM yang berdaya saing unggul, hebat, kreatif dan inovatif serta berinovasi tinggi menguasai Iptek sebagai kunci pertumbuhan,”katanya.

Pada kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring terbatas ini, diserahkan secara simbolis Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Penyerahan diserahkan secara simbolis oleh Rektor UGM kepada tiga orang perwakilan yakni yakni Prof. Dr. Tina Afiatin selaku penerima penghargaan untuk pengabdian selama 30 tahun, Doni Agus Wijayanto, SE., MM untuk penghargaan pengabdian 20 tahun dan Sely Rosiani S.Pd., M.H., untuk 10 tahun.

Sekretaris Direktorat SDM UGM, Paminto Adhi, S.E., M.Si., menyebutkan sebanyak 492 orang pegawai ASN yang menerima penghargaan, terdiri atas 215 orang dosen, 277 tenaga kependidikan.

Dari jumlah tersebut, penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun sebanyak 182  orang, lalu Satyalancana Karya Satya 20 tahun sebanyak 115 orang dan Satyalancana Karya Satya 30 tahun sebanyak 195 orang.

Paminto menuturkan pemberian penghargaan tanda kehormatan kepada ASN ini diberikan kepada pegawai yang telah bekerja dan mengabdi kepada negara dengan penuh kejujuran, disiplin dan cakap selama bekerja di lingkungan UGM.

“Pemberian penghargaan ini bisa menumbuhkan kebanggaan atas sikap keteladanan, semangat juang, motivasi untuk terus berkarya dan berkontribusi positif pada UGM serta mendarmabaktikan diri pada bangsa dan negara,” katanya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here