Cinta Murid pada Guru Membuka Futuh Ilmu

68
Ilustrasi: Kiai dan Santrinya. (Foto: istock)

Oleh: Drs. H. Tb. Syamsuri Halim, M. Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Besarnya kadar kecintaan seorang murid kepada gurunya akan mendatangkan kebaikan yang banyak, yaitu terbukanya Futuh Ilmu yang selama ini terhijab. Sebaliknya, jika dia tidak menempatkan kecintaannya kepada guru maka gelaplah cahaya ilmu.

Terbukanya Futuh Ilmu adalah karena sang murid sangat mencintai gurunya, dan dia terus menimba ilmu kepada gurunya. Hanya kepada gurunya saja dia belajar, tidak kepada guru yang lain walaupun guru yang lain lebih terkenal.

Imam Syafi’i belajar kepada Imam Maliki sewaktu di Madinah. Padahal di Madinah banyak guru-guru yang lain, namun Imam Syafi’i tetap belajar kepada beliau hingga Imam Maliki merekomendasikannya untuk belajar kepada Imam Waqi. Jadi Imam Syafi’i tidak ingin menyinggung perasaan gurunya.

BACA JUGA: Mencium Tangan Guru

Sangat berbeda dengan orang sekarang yang gurunya itu dihina dan dibuat tersinggung lahir dan batin. Kepada seorang murid seperti inilah Allah tidak akan membuka Futuh Ilmu kepadanya.

Diceritakan bahwa ada seorang santri yang tengah menyapu tempat belajar milik gurunya. Tiba-tiba Nabi Khidir datang kepadanya.

Maka santri tersebut tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara kepada Nabi Khidhir.

Lalu Nabi Khidhir pun berkata kepadanya, “Hai santri adakah engkau tidak mengenalku?”

Santri itu menjawab, “Iya aku mengenalmu. Engkau adalah Abul Abbas Al-Khidhir.”

Maka Nabi Khidhir berkata kembali, “Mengapa kamu tidak meminta sesuatu dariku?”

Santri itu menjawab, “Guruku sudah cukup bagiku, sehingga tidak lagi tersisa satu hajatpun kepadamu.”

(Kalam Al-Habib Idrus Al-Habsyi, hal, 78).

BACA JUGA: Anakku, Carilah Ulama yang Benar, yang Hidup dan Ibadahnya Tidak Mengharapkan Surga

Al-Imam Alquthub Alhabib Ali bin Hasan Al-Atthas pengarang kitab “Syarah Ratib Al-Atthas” radhiyallah ‘anhu pernah mengatakan:

ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ

“Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab-hijab batinnya), adalah sesuai dengan kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu,” (Al-Manhaj As-Sawiy, hal. 217).

Bila anda ingin mendapatkan Futuh Ilmu atau terbukanya ilmu Allah, maka jadikanlah seseorang itu sebagai guru, dan pelajarilah baik-baik. Janganlah Anda membuatnya tersingung dan akhirnya membuat Anda susah karena ilmu Allah tertutup dari Anda.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here