Cerita Awal Mula Muhammad Ali Merasa Dapat Hidayah, dan Masuk Islam

708

Jakarta, Muslim Obsession – Siapa yang tidak mengenal Muhammad Ali, Petinju legendaris dunia adalah seorang atlet tinju yang sudah banyak memperoleh gelar kejuaraan tinju dunia. Ia sangat dikagumi oleh para pecintanya. Bahkan masyarakat Indonesia pun banyak yang ngefans terhadap ketokohannya.

Ya, Muhammad Ali bukanlah nama asli sebenarnya. Petinju legendaris asal Amerika Serikat ini punya nama kecil Cassius Clay Jr. Namun dunia lebih mengenalnya sebagai Muhammad Ali. Hal itu tidak lepas dengan sikap dan keputusannya yang mau menjadi seorang mualaf dengan masuk Islam.

Kisah Muhammad Ali menjadi seorang mualaf sangat unik dan menarik. Sebab, hidayah untuk memeluk suatu keyakinan tentu bisa datang dari mana saja dan kapan saja serta kepada siapa saja.

Kadang, hidayah untuk memeluk sebuah agama bisa datang dari sebuah hal tak terduga seperti dari sebuah kartun. Hal tersebut terjadi dalam cerita perjalanan religius Muhammad Ali.

Cerita religius keislaman Muhamamd Ali itu terbongkar lewat sebuah esai yang ia tulis saat ia bertengkar dengan mantan istrinya, Belinda Boyd yang sekarang memakai nama Khalilah Camacho Ali.

Menurut Belinda, Ali menceritakan bagaimana kehidupan remajanya sebagai Cassius Clay Jr yang menemukan hidayah memeluk Islam lewat sebuah koran.

Suatu saat Ketika Ali tengah berjalan-jalan mencari gadis cantik, ia melihat seorang pria yang menjual koran terbitan Nation of Islam.

Ali sejatinya sudah tahu soal organisasi Islam di Amerika tersebut bersamam sosok pemimpinnya, Elijah Muhammad, tapi ia tak pernah dengan serius berpikir untuk bergabung.

Namun, di hari itu, Ali mengambil koran itu dan tertarik dengan sebuah kartun.

Dalam kartun itu diperlihatkan seorang berkulit putih yang berstatus sebagai pemilik budak memukul budaknya yang berkulit hitam dan meminta orang tersebut berdoa kepada Yesus.

Setelah melihat kartun di koran tersebut, kesan pertama yang ditangkap Ali adalah jika agama Kristen merupakan agama yang dipaksakan pada budak oleh orang kulit putih.

“Saya menyukai kartun itu yang memberikan sesuatu untuk saya dan itu masuk akal,” ungkap Ali.

Ali mengaku kartun tersebut membangunkannya, ia pun memilih untuk memeluk Islam dan meninggalkan semua hal dari masa lalunya termasuk menanggalkan nama lamanya dan menggantinya dengan nama Muhammad Ali.

Ali dengan berani mengumumkan kesilamannya pada tahun 1964 ketika ia memenangkan kejuaraan tinju kelas berat. “Saya percaya kepada Allah dan dengan damai,” tuturnya kala itu.

Ali keumudian menuturkan jika ia tahu kemana ia pergi dan ia tahu harus menjadi apa yang diinginkannya.

Sejak saat itu, Ali dikenal selalu memegang teguh agamanya, ia terus mengeksplorasi pandangan agamanya.

Ali diketahui belajar Al-Quran dan kerap mengundang para pakar agama untuk bergabung dalam sebuah diskusi panjang soal agama. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here