Cegah Penyebaran Virus Corona, Iran Tiadakan Shalat Jumat

676

Muslim Obsession – Pemerintah Iran meniadakan Shalat Jumat pada pekan ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan mewabahnya virus corona (COVID-19) di negara tersebut.

Dilansir Reuters, Jumat (28/2/2020), jumlah kematian akibat virus corona di Iran telah mencapai 26 orang. Sementara jumlah yang terjangkit sebanyak 245 orang.

Teranyar, dua pejabat Iran juga terjangkit virus tersebut. Mereka adalah Wakil Presiden untuk Perempuan dan Urusan Keluarga Masoumen Ebtekar serta Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi.

Pemerintah Iran telah mengumumkan langkah tersebut di 23 kota dan 31 provinsi, termasuk di Kota Suci Syiah, Qom, dan ibu kota Teheran. Harapannya, masyarakat tidak berkumpul di satu ruangan dalam satu waktu.

Pemerintah juga melarang warga China berkunjung ke negara itu dan mengimbau warganya untuk tidak bepergian, baik di dalam maupun luar negeri.

Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan bahwa ada kebijakan berlaku di Qom dan Mashhad agar para peziarah segera meninggalkan dua kota suci Syiah tersebut.

Menyebarnya virus corona di Iran cukup cepat, padahal kasus pertama baru diketahui pada 19 Februari lalu.

“Dalam 24 jam terakhir kami mengkonfirmasi ada 106 kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 26 orang,” ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianush Jahanpur.

Sementara itu Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Rabu (26/2) bahwa pihaknya tidak akan melakukan karantina dan isolasi bagi para penderita. Kendati demikian pemerintah telah membatalkan beberapa event olahraga, budaya, dan konferensi hingga beberapa pekan ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here